Antara Doa dan LOA

doan dan LOA
Doa itu apa sih???
Doa adalah seuatu yang ingin kita wujudkan. Yes, just it. Simple!
Doa, harapan, impian, keinginan itu pada hakekatnya sama. Ya itu hanya sesuatu yang kita ingin raih.

LOA itu apa?
Kalau bahasa belandanya Law Of Atraction. Makanan apa itu??
Hmmm…
Law itu Hukum, Atraction itu tarik menarik jadi kurang lebih Hukum Tarik menarik
Apa sih yang ditarik? Lha kalau tarik menarik tentu saja ada yang menarik, nah yang menarik siapa??
Yang ditarik siapa? Yang menarik siapa??
Yang ditarik gerobak mungkin 😀
NAH yang menarik mungkin saja sapi 😀

Simplenya begini kak…
“APA YANG KITA PIKIRKAN, ITULAH YANG SEMESTA BERIKAN”
Arti sederhananya adalah pikiran kita lah yang menarik segala sesuatu terjadi. Tentu saja dengan izin Yang Maha Kuasa…Bukankah Dia itu sesuai prasangka hambanya…

Jadi..yang menarik adalah pikiran, sedangkan yang ditarik adalah apa-apa yang kita pikirkan. Ituhh!!
Jika anda berpikir kaya dengan baik, maka yakin deh suatu saat nanti anda akan kaya dengan baik
Jika anda berpikir asal kaya, maka ruang dan waktu akan dijelmakan kepada anda untuk bisa menjadi kaya dengan cara apapun juga baik halal maupun haram. Yang penting kaya.

Hubungannnya apa sih Doa dan LOA ntu?

Doa itu kita pengen ini pengen itu
Artinya kita menarik sesuatu keinginan di dalam doa
Ketika kita sedang berdoa, semesta akan merespon doa atau keinginan kita.
Merespon gimana? Apa itu sama dengan mengabulkan??

Sederhananya adalah ketika sedang berdoa, otomatis sedang menginginkan sesuatu. Kalau gak pengen sesuatu ngapain doa?
Perkara terkabul atau tidak itu tergantung actionnya. Nah semakin keren actionnya semakin dekat doa atau impiannya.
Semesta akan melihat seberapa hebat sih actionmu?
Seberapa kuat keinginanmu?
Seberapa kuat keyakinanmu?

Gini ya banyak orang atheis yang kaya raya. Artinya mereka hanya punya keinginan dan tekad kuat untuk menjadi kaya. Mereka percaya bahwa dengan bekerja keras akan menjadi kaya.

Orang-orang atheis ini menarik semesta agar dirinya kaya, sedangkan semesta ditarik untuk memberikan kekayaan pada si atheis ini. Nah LOA berlaku kan?
Saya tidak menyuruh kakan untuk mejadi atheis lho ya…

Ah orang atheis gak peraya Tuhan aja bisa kaya, kalau gitu ngapain kita capek-capek berdoa, sembahyang, puasa, dan pergi hji???
Apalagi sedekah yang jelas-jelas “mengurangi harta kita”??? Hmmm…

Ingatlah kakak, orang-orang atheis atau orang-orang jahat yang diberikan kekayaan, kekuasaan, pangkat atau apapun kesenangan dunia ini. Itu sifatnya hanya di dunia.

Setelah pergi dari dunia atau istilah kerennya mati, ya sudah Allah akan meng-cut kesenangan itu berganti dengan siksa.

Sementara kita orang islam, Subhanallah Allah Maha Adil.
Asal kita mau:
berdoa sungguh-sungguh,
yakin,
dibarengi dengan amal perbuatan,
dibarengin dengan ilmu,
dibarengin dengan action

Yakin deh pasti kita akan nyampe sesuai dengan apa yang kita harapkan.
Dan berita gembiranya adalah, ketika kita menjadi “orang” di dunia ini dalam keadaan yang bertaqwa dan beriman kepada Allah, Insya Allah dunia dapat, akhirat dapat.

Dapat apa?? Ya Kesenangan, ketenangan, dan hidup terasa enteng. Ketika kita meninggal dunia nanti, kita akan mendapat kebaikan akhirat atau nikmat akhirat.
Jadi kalau berdoa, berharap, punya keinginan lakukan dengan diringi kebaikan.Insya Allah, semua akan lebih cepat tercapai.

CIPTAKAN KEINGINANMU DALAM DOA, IRINGI DENGAN AMAL SOLEH, DAN BIARKAN ALLAH YANG AKAN MEMBIMBINGMU. Ituh!!