Apa Yang Anda lakukan Jika Ternyata Pacar/Tunangan Anda Sudah tidak Perawan?

Apa Yang Anda lakukan Jika Ternyata Pacar atau Tunangan Anda Sudah tidak PerawanApa yang saya lakukan ketika tunangan saya udah gak perawan? Hmmm,, pecat! Bakar! Tenggelamkan!

Kapal keles tenggelamkan.

Apa yang saya lakukan ketika pacar saya udeh ndak virgin? Istighfar aja, biar hati adem, pikiran tenang, hati riang. Eits..jangan salah istighfar itu bikin emosi stabil, pikiran tenang, hati tenang.

Jangan kebalik, mau pikiran tenang kok goyang dumang, salah woyy..

Sudah tidak perawan? Nangis gulung-gulung mungkin, terus teriak kejer-kejer kek orang kesurupan. Dih lebay bingits responnya..

Sudah tidak perawan? Bagai disambar petir mendengar pernyataan ini. Halah kayak udah pernah disambar petir saja.

Gak perawan? Apa kau bilang? Coba ulangi sekali lagi? Udah gak perawan? Terus tiba-tiba memegangi dada, batuk-batuk kecil, kemudian pingsan. Ya elah kek sinetron aja..

Sudah tidak perawan ya? Ya gimana udah terlanjur, terima sajalah. Pasrah sih pasrah tapi tanya dulu keles, gak perawannya kenapa?Biar jarak diantara kita bisa diminimalisir. Duh, bahasa apa ini…

What udeh gak perawan? Apa saya gak salah dengar? Ya elah biasa aja keles, Lha pendengaranmu normal gak? Timpuk papan karambol nih! Owh, gak perawan ya? Ya sudah deh nasib. Mungkin ini yang terbaik yang diberikan Tuhan kepadaku.

Cieleh..tadi mau pingsan, sekarang sok-sok an bijak. Etapi bagus ding, daripada pingsan beneran, terus stroke, pan ane yang repot entar xixixi

Kalau tunanganku atau pacarku udah gak perawan, duh gimana ya? Emhhh..lanjutkan saja deh, pan aye cinta beud sama doi. Yeah, ni orang pasrah apa kena pelet yak?

Sudah tidak perawan? Gimana dong sob, ane mesti pegimane? Hadekhhhh jangan tanyak sama orang kawan. Tanyak sama diri sendiri, sayang apa gak sama tu cewek!? Klo sayang gak usah nanyak kesana kesini, karena udah pasti jwabannya. Yaitu lanjut…

Coba kalau ditanya balik sama ceweknya: Oya mangnya mas masih perjaka? Kalau udah gak perjaka, hayuh loh mau bilang apa kau nak???

Kalau ditanya apa yang dilakukan ketika mendengar pacar atau tunangan udah gak perawan, ya setiap cowok mempunyai pendapat beda-beda.

Beda cowok, beda isi kepala, beda sifat, beda karakter, beda pengalaman, beda budaya, beda agama, tentu jawabannya juga beda-beda.

Ada mungkin ya bilang: ah saya kan cinta dia, lagian dia juga udah ngaku, terima saja, yang penting tidak mengulangi lagi.

Ada yang bilang: Untuk apa kecewa, jika kita benar-benar sayang dan cinta ama pasangan kita. Siapa tau itu suatu balasan dari Tuhan karena dulu kita juga pernah mengambil keperawanannya wanita. Atau malah kita sendiri sudah tidak perjaka.

Ada yang bilang: Kecewa pasti ada, karena berarti pasangan kita pernah melakukan kesalahan yang merugikan dirinya sendiri, tetapi karena jika sudah sayang Insya Alloh tetap menerima.

Tapi rasa kecewa pasti ada, ya karena bukan kita yang pertama, padahal kita yang menjadi suaminya. Anda bisa bayangkan, Anda dapat laki-laki yang sudah pernah seperti itu sama wanita lain. Perasaan akan sama seperti laki-laki dapat wanita yang tidak perawan. Sekarang tinggal dari diri masing-masing aja 🙂

Ada yang bilang: sekarang jaman berubah, tak ambil posing perawan virgin atau sudah robek. Robek? Kain keles robek.

Tapi kenapa selalu yang ditanyakan perawan atau tidak? Bagaimana silaki, apakah dia belum pernah berhubungan layaknya suami istri, atau jangan-jangan malah si cowoknya lebih parah dari ceweknya. Harus adil dong, wanita perawan maka jejaka harus masih orisinil pulak.

Orisinil kek onderdil mobil ajah.

Ada yang bilang: Tidak juga. Malahan sebagian besar cewek yang jadi pasangan saya sudah tidak virgin lagi. (saya sengaja memilihnya) karena MEREKA JUGA BERHAK UNTUK PUNYA MASA DEPAN APAPUN MASALAHNYA, asalkan ia menyenangkan, taat dan patuh, itu aja.

Ada yang bilang: Kalau Aku sudah menentukan Pilihan Hati pada seorang Wanita untuk menjadi Pendamping Hidupku , maka Aku TIDAK akan menilai dirinya dari Segi Perawan atau Tidak .

Aku Lebih menilainya dari Segi Kesetiaan dan Kedewasaannya .

Ada yang bilang: Jika baru menikah dan yg membuatnya tidak perawan lagi adalah pria lain,tentu sangat kecewa. Itu artinya dia tidak tau menjaga kehormatannya yang seenaknya direnggut orang tanpa ada pertanggung jawaban.

Ada yang bilang: Tidak, karena dengan cinta dan kasih sayang tulus ikhlas, menerima nya apa adanya

Ada yang bilang: Setiap orang pasti kecewa karena itu sama saja dengan membeli barang bekas..

Nggak barang bekas juga keles perbandingannya…

Ada yang bilang: tidak, karena tidak ada manusia yang sempurna, yang penting pasanganku mencintai aku dengan sungguh-sungguh dan aku juga mencintai jiwa dan raganya seutuhnya bukan hanya cinta pada vagina nya saja. Beuhh..

Ada yang bilang: kalau kamu emang cinta banget sama dia, kamu pasti bisa menerima dia apa adanya. biarkan itu jadi masa lalu dia, kamu juga pasti mempunyai masa lalu yang kelam.

Semua laki-laki tentu berkeinginan punya isteri yg masih perawan, karena keperawanan merupakan simbol kesucian seorang wanita.

Namun begitu, sering nasib berkata lain, kita bertemu dgn calon yang sudah gak perawan, lalu apa yg harus kita lakukan ? Ya gak tau om, makanya saya nanya kesini 😀

Ada yang bilang: Dalam mencari pasangan hidup, saya bukan tidak suka dengan calon yang masih perawan – saya suka – tapi bagi saya, keperawanan bukanlah sesuatu yg hrs diutamakan. Yang lebih penting bagi saya adalah keluhuran budi pekerti calon isteri.

Karena keluruhan budi ini merupakan faktor penting bagi terciptanya keharmonisan rumah tangga nanti. Apalah artinya punya isteri perawan tp kelakuannya kurang baik ? Keperawanan cuma berumur satu malam, besok dia sdh gak perawan lagi, kan ? Tapi keluhuran budi yang ada pada nya, itu akan terus ada sepanjang usia rumah tangga kalian.

Itulah sebabnya saya lbh mengutamakan keluhuran budinya ke timbang keperawanannya. Gak perawan juga gak apa asal kepri badiannya baik. Sekarang tinggal terserah kamu apakah mau meneruskan pertunangan kalian atau tida

BeTeWe : keluhuran budi itu apa yak? Bahasanya formalitas religius gimana gitu..

Ada yang bilang: Di tanya dulu, dahulu kalau tidak perawannya kenapa? Apakah dilakukan suka sama suka? Apakah perkosaan? Apa karena mabuk sehingga tidak sadar melakukan itu? Apa karena tidak tau karena pergaulan? Beda jawaban, beda pula tanggapan.

Kalau dilakukan suka sama suka, coba analisa dan tanya, berapa kali melakukan itu? Emang gak nyinggung perasaan die kalau nanya seperti itu? Insya Allah enggak, asal nanyanya baik-baik ya, bukan sambil mengacung-acungkan golok.

Cewek yang berani jujur sudah tidak perawan itu hebat. Artinya dia sudah siap dengan segala resiko : Lanjut atau putus.

Tapi jujurnya sebelum menikah ya, bukan setelah menikah baru bilang “mas, aku sebenarnya sudah tidak perawan”. Itu akan membuat semua cowok jantungaan, bisa-bisa mati mendadak, atau gak stroke deh..

Kenapa gitu? Ya elah pakai nanya lagi. Dengan bilang sudah tidak perawan setelah menikah itu artinya anda menipu.

Menipu tentang status, menipu pernikahan, menipu suami juga tentunya.

Mohon dibedakan ya, antara mengaku di awal sebelum menikah dengan mengaku setelah menikah. Jatuhnya antara berbohong atau tidak.

Kalau anda mau mengakui sebelum menikah berarti anda jujur. Kalau anda mengaku udeh tidak perawan setelah menikah berarti anda bohong.

Lebih baik anda jujur diawal daripada berbohong. Dengan jujur di awal permasalahan akan cepat clear. Lanjut apa tidak!

NB:
Jikalau sebelum menikah memang berstatus janda, maka tak mengapa, tak ada yang dikecewakan. Namun bila sebelum menikah, dia berstatus perawan, sedang kenyataannya tidak perawan, semua laki-laki di dunia pasti sedih.

Artinya, kehidupannya sebelum menikah bukanlah kehidupan yang baik. Mohon dibedakan ya, antara mengaku di awal sebelum menikah dengan mengaku setelah menikah. Jatuhnya antara berbohong atau tidak.

Apabila hal ini telah terjadi, maka jangan berpusing-pusing dengan perawan atau tidaknya istri kita. Yang jauh lebih penting adalah apa yang akan dilakukan setelahnya? Sebagai orang yang bijak, hendaknya sang suami ridho dengan kenyataan ini, dan kembali melanjutkan keteladanannya memimpin rumah tangga.

Meski opsi bercerai sah-sah saja bagi suami yang telah didustai. Sedangkan di pihak istri, hendaknya menjadi cambuk pelajaran agar lebih berhati-hati ketika berada di luar rumah. Teruslah berusaha menjadi istri yang sholihah bagi rumah tangga suami. Hendaknya tidak berlarut dalam penyesalan dan kesedihan mendalam sehingga merugikan diri dan keluarga.

Bagi perempuan-perempuan suci yang belum menikah, jagalah senantiasa diri Anda dari neraka. Jagalah diri Anda, jangan sampai tangan-tangan maksiat laki-laki dholim menyentuh Anda.

Tundukkan pandangan, perbaiki diri untuk bersiap menjadi istri penyejuk rumah tangga suami, dan jangan pacaran! Yakinlah, Anda pasti bisa menjadi wanita sholihah yang spesial hanya untuk suami Anda! Betapa bahagianya suami yang mendapatkannya

Dirangkum dari berbagai sumber..

error: Heloo gak bisa di copas keles hehe