Apa yang Harus Aku Lakukan Ketika Bertemu Mantan?

apa-yang-harus-aku-lakukan-ketika-bertemu-mantanTo the point aja yak..

Mantan disini adalah mantan pacar. Yang namanya dengar kata “mantan” udah pastik pikiran kite larinya ke pacar.

Jarang kayaknya ketika mendenagr kata mantan, larinya ke mantan presiden, mantan lurah, mantan pembantu, mantan sopir, mantan bakul jamu #eh

Kenapa sih harus ada mantan? ya karena anda pacaran. Kalau ndak pacaran, gak mungkin ada mantan. Ada-ada ente nanyanya.

Terus apa yang musti aye lakukan ketika tiba-tiba bertemu mantan?

Bentar, kite analisa dulu ye..

Mantan disini, sejarahnya gimane? Anda yang mutusin ataukah Anda yang diputusin?

Emang beda ya? ya sama aja sih, sama-sama mantan. Yang beda adalah sikap kite ketika tiba-tiba bertemu.

Kasus Pertama : Anda yang mutusin Pacar Anda.

Itu artinya, jaman dulu kala entah sebab karena apa, anda sudah tidak “suka” dengan pacar anda. Makanya anda putusin.

Ketika anda bertemu mantan yang beginian..Ya udah woles aja, selow ajah, senyum dikit, kalau sempat dan waktu memungkinkan ngobrol lah barang sejenak. Itu kan bukan musuh bebuyutan, tapi mantan. Mantan juga manusia, yang masih punya hati dan perasaan.

Tapi jangan sampai baper yak, biasa pan kalau udah jadi mantan, entah kenapa seseorang tambah bohay, imut, cakep, putih, nggemesin (halah kelinci keles).

Kenapa gak boleh baper? Lha pan kasusnya Anda yang mutusin. Kalau sampai anda baper terus pengen balikan? Apa kata dunia? Masih mending kalau mantan anda cuma senyum, lha kalau sampai digampar, siapa cobak yang akan tanggung jawab.

Jangan sampai anda terlihat tertarik dengan dia. Kenapa gitu? Ini demi hrga diri kawan! Anda yang mutusin, anda pula yang harus jaga wibawa dan sikap #tsahhhh

Terus jangan berpikir yang macam-macam. Ngajak jalan lah, nonton lah, shoping lah. Jangan buang-buang waktu, energi, uangmu untuk sesuatu yang anda anggap tidak ada.

Kok gitu? ya emang gitu, mantan kan sama aja dianggap makhluk gak ada hehe…

Lebih enak lagi, kalau anda emang benar-benar sudah tidak ada rasa apa-apa sama mantan. Bicara pun enjoy, natural, tidak dibuat-buat. Yah namanya juga tidak ada rasa, kayak ngobrol sama teman aja. Gak ada baper-baperan. Basa-basi, senyum dan ya udah losssssss…kayak gak ada apa-apa.

Kasus Kedua : Anda yang diputusin Pacar Anda.

Wah kalau yang ini berat gan. Pembahasan bisa tujuh hari tujuh malam, bahkan bisa satu purnamah.

Kenapa gitu? Karena posisi seseorang ketika diputusin kan beda-beda.

Ada yang sakit hatinya sampai mendarah daging #fiuhhh

Ada yang stress bahkan cenderung bunuh diri..

Ada yang langsung sakit, menangis semalam suntuk. Tapi siangnya tidur seharian

Ada yang biasa-biasa saja, anggap ini sebauh takdir

Ada yang malah enjoy ketika diputusin

Ada lagi banyak, gak bisa disebut satu-satu. Puyeng saya kalau nyebutin satu-satu.

Terus Gimana kalau ketemu mantan?

jika sudah tidak ada perasaan apa apa senyum salam sapa seperti teman aja gan. Kalau masih ada jangan terlalu banyak bicara nanti baper hehe

Disapa baik-baik, disenyumin. Kalau dia ngajak balikan Tolak saja, e tapi kalau anda masih suka, terima aja gak apa-apa. Emang boleh? Ya boleh lah, gak dilarang PBB kok. Kan dia yang mutusin, dia yang ngajak balikan, sementara posisi anda masih suka, why not?

Tapi kalau anda udah gak suka, tolak aja tolakkkkk, tolak mentah-mentah, terus kasih sambel, pakai nasi anget..wuhhh enak banget gan (wew dikira makan pakai lalapan)

Kondisi masih sayang:
Senyum sambil bisikin ke telingan nya “kamu enga kangen sama pelukan aku?” :* langsung cipok

Kondisi sudah tidak sayang:
Mundur dua langkah baca bismilah lalu terjang dengan satu kaki kanan ke wajahnya dengan kencang.
Beres!

Anda juga bisa melakukan ini:

Cuek.. senyum simpul lalu pergi..pura-pura gak lihat, pura-pura gak kenal (aliran garis keras ni)

Segera mungkin bertanya kepadanya, ” Apakah anda telah menemukan orang yang jauh-jauh lebih baik daripada saya? (Aliran gaya elegant)

Wow, saya akan segera berkata kepada dia “Hahahaha, masih idup loe?” (Aliran anak alay)

Ya tentu disapa, kalau perlu diajak bicara sebentar walau sekedar cuma nanya gimana keadaannya, gimana keadaan anak-anak dan suami nya ? (aliran simpatik)

Tidak perlu bicara soal masa lalu, karena mengungkit masa lalu bisa memberikan efek yang sulit dibayangkan.(aliran puitis)

Intinya:

Semua tergantung kepada anda. Bagaimana baiknya. Yang tahu kondisi hati anda adalah anda sendiri. Bukan orang lain.
Sebagai manusia tentu kita mempunyai separangkat alat sholat dibayar tunai #tsahhhhh (eh apa sih ini), seperangkat perasaan, dengan perasaan itu kita bisa menentukan mana yang kiranya terbaik buat kita dan orang lain.

Baiknya emang putus pacaran karena ingin menjadi lebih baik. Karena pacaran itu dilarang. Ingin memperbaiki diri. Jalan nikah gak harus melalui pacaran kan?

Insya Allah kalau kita memperbaiki diri, belajar agama, meningkatkan ibadah, menutup aurat, akan bertemu yang sepadan. Yakin deh.

Yang baik akan menarik yang baik. Begitupun sebaliknya.

Chereeesss..

error: Heloo gak bisa di copas keles hehe