Apakah Allah Sayang Sama Kita?

Apakah Allah sayang sama kita? Ini bukan pertanyaan sebenarnya, tapi cenderung ke minta dukungan. Minta penegasan, Bener gak sih Allah sayang sama Kita?

Hati kecilnya sudah tau bahwa Allah itu sayang, tapi kok rasanya Allah itu cuek sama kita.

Hmm ikuti aja kisah di bawah ini: Terkadang dari kisah sederhana mengandung sejuta makna #halah

Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang dia harapkan. Dia mendapatkan nilai jelek dalam raport dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota.

Saat itu ibunya sedang membuat kue dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya, dan dengan senang hati dia berkata, “Tentu saja,I love your cake.”

Baca juga Ciri-Ciri Hati Yang Beribadah Kepada Allah

“Nih, cicipi mentega ini,”kata ibunya menawarkan.

“Yaiks,” ujar anaknya.

“Bagaimana dengan telur mentah?”

“You’re kidding me, Mom.”

“Mau coba tepung terigu atau baking soda?”

“Astaga … Mom, semua itu menjijikkan.”

Lalu ibunya menjawab, “Ya,semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu per satu. Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yg benar, akan menjadi kue yg enak.”

Begitulah cara Allah mengajari kita. Begitu perlahan, indah. Lalui saja semua yang dihadapkan-Nya pada kita. Suatu saat nanti juga akan nyampe.

Ketahuilah sahabat, Allah beri kita masalah, karena Allah ingin menyempurnakan hidup kita. Dengan masalah, menjadikan kita lebih bijak untuk meniti tangga selanjutnya.

Bukankah di setiap problema ada begitu banyak hikmah yang perlu kita gali secara mendalam? Ada kebaikan dan kemuliaan?

Carilah luas padang ilmu-Nya. Jumpailah kesyukuran di sana. Masuklah bersama bait-bait kerinduan dalam dekapanNya. Nikmati sejuk keikhlasan atas ketetapan-Nya untuk dirimu. Bertemanlah dengan teman kesabaran yang membimbingmu menjadi perkasa. Teguklah kesegaran wudhu untuk persembahan munajat terbaikmu kepadaNya.

Karena Allah cinta, teman, Ia ingin engkau menikmati jumpa malammu untukNya. Ingin juga ia mendengar khusyuk penghambaanmu, do’amu, kesedihanmu, dan asamu. Pula suara merdumu saat membaca kitabNya yang kariim. Sunguh Allah sayang kamu, sahabatku! Percayalah ….

Ah ya, mungkin dirimu turut membandingkan kebahagiaan yang kau rasa dengan orang di sekitarmu.

“Kenapa mereka yang ikhtiarnya sedikit, do’anya sedikit, ibadahnya sedikit Engkau beri kenikmatan yang lebih baik Allah?”

Eiitt…

Dengarlah analogi ini. Jika di persimpangan jalan kau bertemu dengan seorang pengamen bersuara cempreng, apa yang kau lakukan? Seorang teman menjawab, “aku akan memberinya uang agar pengamen tersebut segera pergi”.

Bukankah lain halnya jika pengamen yang kita temui bersuara merdu. Tentu saja kita akan ikut asik menikmati hingga akhir lagu dan baru memberinya sejumlah koin.

Nah, begitulah. Allah ingin agar kita terus berlama-lama merasakan kelezatan penghambaan kita kepada-Nya. Kelak, tunggulah saat terbaik yang telah ia persiapkan untukmu … ^_^

Ada kisah menarik tentang Kasih Sayang Allah. Begini ceritanya:

Seorang tukang cukur sedang mengobrol sama pelangganya

Aku tidak percaya bahwa Allah atau Tuhan itu ada, kata tukang cukur

Kenapa begitu? Tanya pelanggannya

Kalau Allah ada, Tuhan ada, kenapa di dunia ini banyak pengemis, orang kelaparan, gelandangan, orang miskin yang makan aja susah, pelacur dan lainnya.

Si pelanggan bingung mau jawab apa. Hati kecilnya membenarkan kata-kata si Tukang Cukur.

Setelah membayar biaya cukur dan keluar dari salon. Di depan pintu, si pelanggan ini melihat di seberang jalan sana ada orang gembel, rambutnya panjang, acak-acakan.

Si pelanggan kemudian masuk ke salon lagi, dan berkata:

Saya yakin di dunia ini tidak ada Tukang cukur.

Kenapa begitu? Bukankah kau baru saya di cukur sama tukang cukur? Kata si tukang cukur

Buktinya di sebrang jalan sana, ada orang gembel, rambutnya panjang, acak-acakan, kalau memang ada tukang cukur, maka gak ada yang namanya gembel di dunia ini, kata si pelanggan

Hahah, ada-ada aje kau ini, itu karena si gembel gak mau datang ke tukang cukur, jawab si tukang cukur.

Nah, begitulah hidup ini. Adanya orang miskin, gelandangan, pelacur, itu karena mereka gak mau menghadap Tuhan dengan sungguh-sungguh. Mereka gak mau minta kepada Tuhan, gak mau berdoa kepada Tuhan, bahkan yang parah mereka sudah putus asa dengan Kasih sayang Tuhan. Kata si pelanggan.

Tukang cukur hanya bisa melongo..

Selamat menjemput rencana indah dari Kekasih yang Maha Kasih………

 

error: Heloo gak bisa di copas keles hehe
%d blogger menyukai ini: