Arti Sedekah Dalam Islam Menurut Ust Yusuf Mansur – Matematika Sedekah.

Mimin akan postingkan Matematika Sedekah menurut ustadz kondang, Yusuf Mansur. Diolah dari berbagai sumber. #cieh

Sebenarnya arti sedekah itu apa sih? Terutama sedekah dalam ajaran agama islam. Mimin gak tau ya sedekah dalam agama lain. Apakah “maknanya” sama atau tidak.

“Shadaqoh” atau sedekah dalam setiap dakwahnya. Dakwah Ust Yusuf Mansur maksudnya, Dia mengajak ummat Islam untuk rajin bersedekah. Sebagian besar ummat Islam memahami sedekah adalah sebuah pemberian secara ikhlas untuk membantu orang dhuafa, misalnya memberi sedekah kepada pengemis, anak yatim, orang miskin, dan kaum papa lainnya.

Setelah memberi sedekah umumnya kita melupakan pemberian tadi dan menganggap sedekah sebagai hal yang biasa saja.

Setelah sedekah ya udah, anggap tidak melakukan apa-apa. Bagus sih, ikhlas, tapi kenapa tidak berdoa kepada Allah lewat sedekahnya?

Tapi, di “tangan” ustad Yusuf Mansur, makna sedekah (giving) lebih dari sekedar memberi. Dia menulis di dalam bukunya, The Power of Giving, tentang manfaat bersedekah.

Sedekah tidak hanya untuk mensucikan harta, tetapi juga dapat menghapus dosa, memperoleh ampunan Allah, mendapatkan ridha dan kasih sayang dari Allah, memperoleh bantuan dari Allah, dan memakbulkan doa-doa.

Dia menjelaskan konsep yang bernama “matematika sedekah”. Konsep matematika sedekah tidak sama dengan matematika yang kita kenal. Dasarnya ada pada Al-Qur’an Surat Al-An’am ayat 160 dimana Allah menjanjikan balasan 10 kali lipat bagi mereka yang mau berbuat baik (bersedekah adalah salah satu perbuatan baik):

<!–more–>

Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan). QS. Al-An’am (6) : 160

Begini konsep matematika sedekah itu (dikutip dari sini):

Menurut pelajaran matematika yang kita kenal di sekolah dasar,

10 – 1 = 9,

Tetapi, di dalam matematika sedekah,

10 – 1 = 19,

sebab setiap kali kita bersedekah dengan memberikan satu unit rizki (harta) kita, Allah akan menggantinya (membalasanya) 10 kali lipat.

 

Jika matematika sedekah itu dilanjutkan, maka kita memperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:

10 – 2 = 28

10 – 3 = 37

10 – 4 = 46

10 – 5 = 55

10 – 6 = 64

10 – 7 = 73

10 – 8 = 82

10 – 9 = 91

10 – 10 = 100

Jadi, setelah 10 unit harta kita habis disedekahkan, maka kita memperoleh balasan dari Allah SWT 10 kali lipat dari semula, yaitu 100 unit. Matematika sedekah ini juga menjelaskan bahwa seseorang tidak akan jatuh miskin karena sering bersedekah, sebaliknya rizkinya makin bertambah.

Subhanallah. Karena itu tidaklah perlu seseorang mempunyai sifat pelit atau kikir kepada orang lain.

Apakah balasan dari Allah SWT yang 10 kali lipat itu? Apakah berupa rezki yang jumlahnya 10 kali lipat dari harta yang kita sedekahkan? Wallahu alam, bisa begitu atau dalam bentuk yang lain, hanya Allah yang tahu.

Balasan dari Allah SWT bisa berupa bantuan yang tidak terduga datangnya, bisa juga berupa dikabulkannya doa dan keinginan yang selama ini selalu dipinta.

Ustad Yusuf Mansur menghadirkan kisah orang-orang yang mendapat anugerah tidak terduga karena kebiasaan bersedekah. Ada tukang bubur ayam keliling yang mendapat hadiah naik haji, ada wanita yang sudah “pertu” (perawan tua) mendapat jodoh, ada orang yang terlilit hutang yang ditolong orang lain sehingga hutangnya lunas, dan sebagainya.

Ini membuktikan bahwa memang Allah SWT membalas pemberian ummat-Nya dengan balasan yang tidak pernah ia bayangkan.

Satu hal yang pasti, Allah SWT sangat menyayangi ummat-Nya. Bersedekah atau memberi dapat mengijabah doa dan memudahkan banyak urusan. Memberi itu memang menakjubkan, giving is amazing.

Yakin deh diantara kita ada yang berpikir negatif atau sinis

Sedekah kok ngarep, sedekah kok itung-itungan, sedekah kok begitu, sedekah mah sedekah aja.

Iya bener, anda pakai prinsip itu juga gak apa-apa kok. Bebas, yang penting uang sedekahnya bukan hasil curian hehe.

Kalau sedekah seperti itu kita dapatnya akhirat saja. Dunianya? Lha kan gak minta dunia sama Allah.

Ya sudah Allah hanya kasih akhirat saja.

Beda misalnya, habis sedekah terus berdoa kepada Allah dengan sedekahnya ini,

Ya Allah dengan sedekahku ini, aku minta segera dapat kerja, dapat jodoh, bebas hutang dan lain sebagainya.

Salah ya berdoa sama Allah seperti ini? Tidak donk, kan mintanya sama Allah. Justru Allah seneng kalau hamba berdoa, minta, sama Allah.

Bukankah manusia adalah makhluk yang banyak berharap? Kalau berharapnya sama Allah, why not??

OWH ya lupa, sedekah ini apa bekerja kalau Cuma sedekah doang, sedangkan si pelaku sedekah tidak sholat, maupun menjalankan yang wajib lainnya?

Afdholnya sebagai muslim, jalankan yang wajib, jalankan dhuha, tahajud (kalau mampu), istighfar, sholawat, terus gempur pakai sedekah. Insya Allah tokcer deh.

Kita kan minta yang baik dari Allah, maka lakukan dengan cara yang baik. Ikuti perintah Allah, wes tho, ntar juga nyampe.

Logikanya: sholat yang Cuma ngorbankan waktu aja malas, gimana mau ngorbankan harta?

Apakah sedekah bisa mendapatkan jodoh? Wong gak sedekah aja bisa dapat jodoh, apalagi sedekah, wuh pasti dapat jodoh yang berkah.

Tapi sedekahnya jangan Cuma sekali ya, rutinkan setiap bulan, minimal 10% (ini yang saya pakai).

Sedekah “Cuma” 2 ribu setiap sholat jum’at ngarep jodohnya cepat, ibarat mancing di laut, Cuma pakai pancing kecil, ngarep ikan hiu?

Dapet sih ikannya, tapi pancingnya bisa patah, atau malah kita yang terseret sama ikan paus.

Harga jodoh itu berapa sih? Jodoh adalah rezeki yang tak ternilai. Maka cara mancingnya, cara sedekahnya juga dengan sesuatu yang bernilai yang memberatkan.

Sedekah 10% dari gaji perbulan berat gak? Nah itu lakukan, Insya Allah jodoh mah segera dihadirkan. Tapi ingat ya, jangan sedekah doang, sholat wajib di jaga, sunah dilakuin, baca al-qur’an, berbuat baik sama ortu.

Bukankan orang baik ketemunya sama orang baik.

Ahli sedekah ketemunya sama orang yang suka sedekah juga. Percaya deh!

Ngomong-ngomong soal jodoh, bagi sobat yang susah dapat jodoh, coba saja Terapi Jodoh.

Terapi untuk membersihkan penyakit hati atau hal-hal yang membuat jodoh tidak segera mendekat.

Emang ada, ada donk, Namanya Quantum Jodoh, ini bentuk ikhtiar juga.

Info lebih lanjut klik di

Quantum Jodoh

 

error: Heloo gak bisa di copas keles hehe
%d blogger menyukai ini: