Bagaimana Cara Melakukan Dzikir

Berdzikir itu gak selalu di masjid, habis sholat. Kebanyakan dari kita mikirnya adalah: dzikir itu habis sholat doang.

Padahal aktivitas dzikir bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Sambil mengendari motor bisa kok dzikir, daripada mata lirak-lirik kesana kemari. Hehe

Sambil belajar atau kerja bisa dzikir istighfar. Dzikirnya gak pakai suara juga, cukup dalam hati.

Di macet-macetan daripada bete, bosen, marah-marah, kan lebih baik dzikir. Dengan mengingat Allah hati akan tenang. Dapat pahala iya, hati tenang iya.

Dzikirnya dzikir seperti apa? Ya apa saja, yang penting bacaan mengingat Allah. Sholawat juga boleh.

Kalau lagi stres atau bawaannya marah-marah mulu, coba aja dirutinkan dzikir, istighfar ke, sholawat kek, Takbir, tahmid, atau yang lainnya.

Insya Allah hati akan tenang, pikiran tenang, hati melayang, banyak uang #eh

Kalau kata ust Yusuf Mansur:

Buat yang berat hidupnya, ketahuilah, mungkin karena kurang zikir-zikir barangkali. Dengan membiasakan membaca zikir, semoga hidup menjadi semakin enteng. Buat yang rajin baca, ia bagaikan sedang mengumpulkan kekayaan, meniti jalan kemenangan, kesuksesan, kejayaan, dan kemuliaan. Terus rutinkan, ya.

Lebih baik lagi jika Saudara mau mempelajari betul dzikir pagi, sore, serta zikir-zikir setelah shalat. Pelajari dan amalkan. Asli. Hidup insya Allah bakal enteng seenteng-entengnya.

Saya suka kasian sama yang buat makan aja susah. Bayar kontrakan susah. Bayar angsuran ini itu, susah. Bayar sekolah/kuliah, cari kerja/jodoh, susah. Saya juga suka kasian sama yang pengen usaha, keringetan cari modal. Udah usaha, masih keringetan juga sebab kerap masalah muncul. Kemudian peristiwa ini dibilang wajar. Padahal mah nggak wajar. Kenapa? Sebab hidupnya sepi dari dzikir harian.

Bagi seorang muslim berdzikir merupakan perkara yang amat penting sehingga Rasulullah mengumpamakan antara orang yang hidup dengan orang yang mati.

Karena dzikir menghidupkan dan menenangkan jiwa kita. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya:

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”( QS. Ar-Ra’d : 28 ).

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa sallam bersabda :

”Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabb-Nya dengan orang yang tidak berdzikir seperti orang hidup dan orang mati. ” ( HR. Bukhari ).

Dzikir artinya mengingat, menyebut, menuturkan, menjaga, mengerti dan perbuatan baik. Orang yang berdzikir kepada Allah berarti ingat, menyebut dan menghadirkan dalam jiwa, sehingga kita selalu bersama Allah yang membuat kita tidak menyimpang dari ketentuan atau aturan Allah.

Dzikir tidak hanya bersifat lisan dan hanya dilakukan di tempat-tempat tertentu saja, tapi bisa dilakukan di mana saja, kapan saja, dan dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun juga.

Secara garis besar dzikir dilakukan dengan tiga cakupan :

(♥ 1 ♥). Dzikir dengan Hati

Dzikir dengan hati adalah selalu ingat ,merasa dekat dengan Allah dan merenungi sifat-sifat Allah dengan segala ketentuan-Nya sehingga kita berhati-hati dalam menjalani kehidupan.

(♥ 2 ♥) Dzikir dengan Lisan

Menyebut nama Allah dengan membaca do’a, membaca Al-Qur’an dan menyebut berbagai kalimat tasbih ( subhaanallaah), tahmid ALLAH ( alhamdulillaah) ,tahlil ( laa ilaaha illallaah ), takbir ( allaahu akbar ).

Namun, dalam keadaan tertentu seperti di dalam kamar mandi kalimat ini tidak boleh dicapkan.

(♥ 3 ♥ ) Dzikir dengan Amal

Dzikir dengan amal adalah melakukan segala sesuatu dengan perbuatan dalam rangka ingat kepada Allah dan tidak melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah.

Demikianlah sahabat saudaraku fillah..semoga dalam keadaan apapun kita selalu berdzikir kepada Allah agar kita mendapat kebahagiaan dan ketentraman dalam menjalani kehidupan ini.

♥Salam santun erat silaturahmi dan ukhuwah fillah♥

 

error: Heloo gak bisa di copas keles hehe
%d blogger menyukai ini: