Cara Merubah Diri Menjadi Lebih Baik dalam Islam

Cara Merubah Diri Menjadi Lebih Baik dalam Islam.

Kalau saya postingkan yang berat-berat nanti kalian akan pusing 😀

Hal yang lumrah bagi manusia adalah enggan untuk membaca sesuatu yang memerlukan mikir keras.

Gak percaya? Ya sudah…

Dengan membaca tulisan di bawah ini, Insya Allah akan memberikan sebersit harapan untuk menadi manusia lebih baik. Lebih baik di sisi Allah tentunya.

Bagi saya percuma menjadi baik, wah, keren, tapi jelek dalam pandangan Allah.

 Contohnya begini : Keren sih menjadi orang pinter, di terima di kampus terkenal, dapat beasiswa, bahkan sampai diterima di peusahaan bergengsi dengan gaji selangit dan fasilitas mewah tapi lupa/lalai atau bahkan sengaja meninggalkan perintah-perintah Allah.

Di mata manusia emang baik tapi di sisi Allah? hmmm.. enggak deh. Dunia hanya sementara kok.

Chek chek chek..

Apa rahasia Sultan Muhammad Al-Fatih mampu menaklukkan Benteng Konstantinopel yang pernah disampaikan oleh Rasulullah sebagai kota yang akan ditaklukkan itu?

Tiada lain adalah perubahan diri. Al-Fatih selama lebih dari 17 tahun benar-benar mendesain diri untuk menjadi pemimpin unggul. Bahkan sejak usia baligh pejuang yang dijuluki Pedang Malam itu tidak pernah meninggalkan shalat tahajjud (qiyamul lail) dalam semalam pun. Apalagi shalat jama’ah, sholat rawatib saja beliau tidak pernah ketinggalan.

Pantas jika kemudian Allah memberikan satu teguran keras kepada umat Islam bahwa tidak akan ada kemenangan sebelum ada kesiapan dari umat Islam. Allah tidak akan pernah merubah nasib suatu kaum, hingga kaum itu sendiri mau sungguh-sungguh melakukan perubahan.

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri…” (QS. 13 : 11).

Maka rencanakanlah perubahan dalam hidup kita untuk benar-benar menjadi Muslim yang baik sedini mungkin. Jika tidak maka kita benar-benar akan berada dalam kerugian yang besar.

Rasulullah mengingatkan kita bahwa siapa yang hari ini lebih baik dari kemarin maka beruntunglah dia. Siapa yang hari ini lebih buruk dari kemarin maka merugilah dia. Dan, siapa yang esok lebih buruk dari hari ini maka celakalah dia.

Sebuah pesan perubahan diri yang sangat gamblang. Jadi tidak berlebihan jika kemudian ada ungkapan, ‘Ubahlah dirimu niscaya dunia akan berubah di tanganmu’. Kapan, sejauh memang kita ada kesungguhan (jihad) untuk mendapatkan energi besar, taufik dan hidayah kepada Allah.

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al ankabut [29]: 69).

Semoga kita termasuk bagian orang-orang yang berubah dalam kondisi lebih baik agar Allah Subhanahu Wata’ala bisa menurunkan taufiq nya kepada kita.

Sebab jika kita ingin mengubah dunia, satu hal yang harus dilakukan adalah perubahan yang ada pada diri kita lebih dulu.

Bagaimana dapat insight?

%d blogger menyukai ini: