Keajaiban Sedekah by Ust. Yusuf Mansur

keajaiaban sedekah ust. Yusuf Mansur

Ustad Yusuf Mansur adalah seorang ustadz yang terbilang rajin mengajak “shadaqoh” atau sedekah dalam setiap dakwahnya.

Dia mengajak ummat Islam untuk rajin bersedekah. Sebagian besar ummat Islam memahami sedekah adalah sebuah pemberian secara ikhlas untuk membantu orang dhuafa, misalnya memberi sedekah kepada pengemis, anak yatim, orang miskin, dan kaum papa lainnya, untuk masjid, untuk pondok-pondok pesantren, atau kegiatan-kegiatan sosial islam lainnya.

Setelah memberi sedekah umumnya kita melupakan pemberian tadi dan menganggap sedekah sebagai hal yang biasa saja.

Tapi, di “tangan” ustad Yusuf Mansur, makna sedekah (giving) lebih dari sekedar memberi. Dia menulis di dalam bukunya, The Power of Giving, tentang manfaat bersedekah. Simak baik baik ye 😀
Lanjutkan membaca →

Tata cara Sholat Jenazah dan Bacaannya

Syarat-Syarat Sholat Jenazah

sholat jenazah
sholat jenazah
Pada dasarnya shalat jenazah sama halnya dengan shalat yang lain, yaitu harus menutup aurat, suci dari hadats besar dan kecil, suci badan, pakaian dan tempatnya serta menghadap kiblat.

Mayit sudah dimandikan dan dikafani, tidak diperbolehkan shalat jenazah sebelum mayit dimandikan dan dikafani.

Misalnya begini,,Jika ada orang yang meninggal dunia pada jam 7 malam, kemudian pihak keluarga menginginkan untuk memandikan dan mengkafaninya kesesokan harinya(pagi), maka shalat jenazahnya harus pagi setelah dimandikan dan dikafani, tidak boleh shalat jenazah misalnya jam 8 atau 9 malam. Intinya adalah setelah dimandikan dan dikafani.

Letak mayit sebelah kiblat orang yang meyalatinya, kecuali kalau shalat dlakukan di atas kubur ataupun shalat ghaib

Rukun dan Cara Mengerjakan Shalat jenazah
Shalat jenazah tidak dengan rukuk dan sujud, serta tidak didahuli adzan dan iqomat, dan caranya sebagai berikut
Lanjutkan membaca →

Tata Cara Sholat Istikharah dan Bacaanya

Shalat istikharah adalah shalat sunnah yang dikerjakan ketika seseorang hendak memohon petunjuk kepada Allah, untuk menentukan keputusan yang benar ketika dihadapkan kepada beberapa pilihan keputusan.

Sholat Istikharah juga bisa disebut shalat sunnat dua raka’at yang dilakukan ketika seseorang ragu dalam memilih dua perkara atau lebih. Pelaksanaan salat istikharah tak ada bedanya dengan salat biasa. Hanya dua raka’at.

Istikharah itu menentukan pilihan. Intinya, lagi galau menentukan pilihan yang sama-sama penting.

Sebelum datangnya Islam, masyarakat jahiliyah melakukan istikharah dengan azlam(undian). Setelah Islam datang, Allah melarang cara semacam ini dan diganti dengan shalat istikharah.

Biasanya sih Sholat istikharah dipakai buat nentuin jodoh. Puyeng mau milih jodoh yang mana, beuh, ini saking banyaknya yang naksir, atau bingung gak juga segera dapat jodoh? Hehe

Baca juga Jodoh Pilihan Sendiri atau Orang Tua?

Tata Cara Sholat Istikharah

1. Istikharah dilakukan ketika seseorang bertekad untuk melakukan satu hal tertentu. Artinya memang benar-benar butuh pertolongan Allah dalam menentukan pilihan. Bukan sebatas lintasan batin.

2. Bersuci, baik wudhu atau tayammum.

3. Kalau sholatnya di masjid, lebih baik sholat tahiyatul masjid dulu, plus sholat dhuha, atau witir (tergantung waktu)

4. Niat saat takbiratul ihram:
Ushalli Sunnatal Istikharaati Rak’ataini Lillahi Ta’aala..”
Artinya: aku salat sunnat istikharah karena Allah SWT.

5. Tidak ada bacaan surat khusus ketika shalat. Artinya cukup membaca Al-Fatihah (ini wajib) dan surat atau ayat yang dihafal.

Lebih bagus
– Rakaat pertama: Baca surah Al-fatihah dan surah Al-kafirun

Rakaat kedua: Baca surah Al-fatihah dan surah Al-ikhlas

5. Setelah salam Disunatkan membaca hamdalah dan shalawat. Kemudian membaca doa dengan mengangkat kedua tangan.
Caranya: membaca doa seperti di bawah. Selesai doa langsung menyebutkan keinginannya dengan bahasa bebas.

6. Melakukan apa yang menjadi tekadnya. Jika menjumpai halangan, berarti itu isyarat bahwa Allah tidak menginginkan hal itu terjadi pada anda.

7.Apapun hasil akhir setelah istikharah, itulah yang terbaikbagi kita. Meskipun bisa jadi tidak sesuai dengan harapan sebelumnya. Karena itu, kita harus berusaha ridha dan lapang dada dengan pilihan Allah untuk kita.

-Ini doa yang dibaca Setelah salam:

“Allaahumma inni astakhiiruka bi’ilmika, wa astaqdiruka biqudratika wa as aluka min fadhlikal azhiim. Fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wata’lamu wa laa a’lamu, wa anta allaamul ghuyuub. Allaahumma inkunta ta’lamu anna haadzal amra khairun lii fii diinii wama’aasyii wa ‘aaqibati amrii, ‘aajili amrii wa aajilihi faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma baarikliifiihi. Wa inkunta ta’lamu anna haadzal amra syarrun lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibatu amrii ‘aajili amrii wa aajilihi fashrif annii washrifni ‘anhu waqdur liyal khairahaytsu kaana tsumma ardhinii bihi, innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir..”

Artinya: Ya Allah pilihkanlah untukku dengan kekuatan ilmu-MU, tentukanlah untukku dengan kehendak-Mu, aku minta kemurahan-MU yang sangat luas, karena Engkaulah yang bisa menentukan sesuatu dan aku tidak bisa, Engkau Maha Mengetahui apa yang tidak ku ketahui, dan Engkaulah yang paling tahu hal-hal yang ghaib.

Ya Allah, jika sesuatu ini menurutMU baik bagi diriku, kehidupanku dan kesudahan perkaraku maka pilihlah dia untukku dan mudahkanlah dia bagiku kemudian berkahilah, dan seandainya ini menjadi malapetaka bagiku, agamaku, kehidupanku dan kesudahan perkaraku maka jauhkanlah dia dariku sejauh- jauhnya, dan berilah aku kebaikan di mana saja berada dan ridhailah aku karenanya.

Berbagai petunjuk yang mungkin datang seusai Shalat Istikharah :
– Allah memberikan petunjuk melalui mimpi
– Petunjuk melalui firasat
– Petunjuk melalui ketetapan Hati
– Petunjuk dengan menjauhkan orang tersebut, dari yang tidak baik untuk dirinya dan mendekatkan dengan apa yang baik untuknya

Setelah selesai berdo’a, biarkan Allah memberi hidayah ke dalam hati kita (sampai kita menemukan kemantapan) untuk memilih. Dan apabila masih juga ragu-ragu, maka disunatkan mengulangi salat istikharah itu sampai menemukan kemantapan.

Sebagaimana Rasulullah pernah menyuruh sahabat Anas bin Malik untuk mengulangi salat istikharahnya karena dia masih ragu-ragu. Dan apabila kita berhalangan atau tidak mampu melakukan salat istikharah maka disunatkan untuk membaca do’anya saja.

Tapi masa iya menghadapi dua pilihan atau lebih yang sama-sama berat, sholat dua rakaat aja ndak mampu.

Wallahu a’lam

Hal-Hal Yang Mengganggu Kekhusyuan Shalat.

Menghadirkan khusyu’ dalam sholat dalam dilakukan melalui dua cara.

Pertama: mengupayakan amalan-amalan yang merangsang kekhusyu’an. Adapun amalan-amalan yang mengantarkan kepada kekhusyu’an adalah sebagai berikut:

Persiapkan diri untuk sholat. Itu dimulai dengan mendengarkan adzan dan mengikutinya, berdoa adzan, memperbaiki wudlu, berdoa setalah wudlu, melakukan siwak sebelum sholat, mempesiapkan baji sholat, tempat sholat dan menunggu waktu sholat. Bukan bergegas sholat ketika waktu hampir lewat.

Thuma’ninah: yaitu berhenti sejenak pada setiap rukun-rukun sholat. Dalam hadist diriwayatkan bahwa Rasulullah s.a.w. ketika sholat, beliau melakukan thuma’ninah hingga semua anggota badan beliau kembali pada tempatnya. (H.R. Abu Dawud dll.)
Lanjutkan membaca →