Contoh Kisah Pengorbanan Seorang Istri di Rumah.

Kisahnya tidak akan membuat anda menangis. Jadi ndak usah menyiapkan tisu berkilo kilo. Ini adalah gambaran apa yang dilakukan seorang istri atau ibu rumah tangga dalam mengasun anak-anaknya.

Seorang suami yang beraggapan kerja istri di rumah enak, santai, dan leha -leha, sebaiknya baca kisah ini. Kisah ini mungkin udah pernah anda baca, karena emang saya ambil dari social media. Sayang juga kalau dsimpan di hardisk.

Ini adalah sebagai pengingat bagi kita semua. Agar tidak melulu berpikir negatif tentang orang lain. Apalagi berpikir negatif dengan pasangan. Ingat setan akan selalu ngipasin-manasin agar kehidupan rumah tangga selalu cekcok dan harmonis.

Baca juga Cara Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Islam.

Suatu hari seorang suami pulang kerja dan mendapati tiga orang anaknya sedang berada di depan rumah. Semuanya bermain lumpur, dan masih memakai pakaian tidur. Berarti semenjak bangun tidur, mereka belum mandi dan belum berganti pakaian

Sang suami melangkah menuju rumah lebih jauh. Ternyata kotak-kotak bekas bungkus makanan tersebar di mana-mana. Kertas-kertas bungkus dan plastik bertebaran tidak karuan, dan… pintu rumah bagian depan dalam keadaan terbuka.

Begitu ia melewati pintu dan memasuki rumah, masyaAllah, kacau, berantakan. Ada lampu yang pecah, ada sajjadah yang tertempel dengan permen karet di dinding.

Televisi dalam keadaan on dan dengan volume maksimal. Boneka bertebaran di mana-mana. Pakaian acak-acakan tidak karuan menyebar ke seluruh penjuru ruangan.

Dapur? Ooooh tempat cucian piring penuh dengan piring kotor. Sisa makanan pagi masih ada di atas meja makan. Pintu kulkas terbuka lebar.

Sang suami mencoba melihat lantai atas. Ia langkahi boneka-boneka yang berserakan itu. Ia injak-injak pula pakaian yang berserakan tersebut. Maksudnya adalah hendak mendapatkan istrinya, siapa tahu ada masalah serius dengannya.

Pertama sekali ia dikejutkan oleh air yang meluber dari kamar mandi, semua handuk berada di atas lantai dan basah kuyup. Sabun telah berubah menjadi buih. Tisu kamar mandi sudah tidak karuan rupa, bentuk dan tempatnya.

Cermin penuh dengan coretan-coretan odol, dan begitu ia melompat ke kamar tidur, ia dapati istrinya sedang tiduran sambil membaca komik dan mainan smartphone!!

Melihat kepanikan sang suami, sang istri memandang kepadanya dengan tersenyum. Dengan penuh keheranan sang suami bertanya, “Apa yang terjadi hari ini wahai istriku?!!”.

Sekali lagi sang istri tersenyum seraya berkata,“Bukankah setiap kali pulang kerja engkau bertanya dengan penuh ketidak puasan, ‘Apa sih yang kamu kerjakan hari ini wahai istriku?’, bukankah begitu wahai suamiku tersayang?!”

“Betul” jawab sang suami.

“Baik” kata sang istri, “Hari ini, aku tidak melakukan apa yang biasanya aku lakukan, semoga dengan begitu engkau tahu apa yang selama ini aku kerjakan”.

Message yang ingin disampaikan adalah:

  1. Penting sekali semua orang memahami, betapa orang lain mati-matian dalam menyelesaikan pekerjaannya, dan betapa besar pengorbanan yang telah dilakukan oleh orang lain itu agar kehidupan ini tetap berimbang, berimbang antara MENGAMBIL dan MEMBERI, TAKE and GIVE.
  2. Dan agar tidak ada yang mengira bahwa dialah satu-satunya orang yang habis-habisan dalam berkorban, menanggung derita, menghadapi kesulitan dan masalah serta menyelesaikannya.
  3. Dan jangan dikira bahwa orang-orang yang ada di sekelilingnya, yang tampaknya santai, diam, dan enak-enakan, jangan dikira bahwa mereka tidak mempunyai andil apa-apa.
  4. Oleh karena itu, HARGAILAH JERIH PAYAH DAN KIPRAH ORANG LAIN dan JANGAN MELIHAT DARI SUDUT PANDANG YANG SEMPIT.

Sumber: Email Ust. Musyaffa AR di milist sebelah

Judul asli: Jangan Melihat dari Sudut Pandang Sempit.

Baca juga bagi yang belum dapat jodoh Kapan Saya Dapat Jodoh? Mencari Jodoh Lewat terapi

 

 

error: Heloo gak bisa di copas keles hehe