Hadiah Terbesar…..

Untuk Soleh , Sahabat ku yang aneh,,,

Saya igin Anda tahu bahwa saya harus meikirkan Anda sejak Anda sejak saya menerima Anda. Anda bercerita tentang betapa sulit hidup di balik jeruji besi, dan hati saya selaly beserta anda. Tapi ketika anda mengatakan bahwa saya mustahil membayangkan rasanya dipenjara, saya merasa terdorong untuk menjawab bahwa dugaan anda salah

Kebebasan itu ada macam-maacam. Begitu pula dengan penjara. Kadang-kadang penjara kita tidak seperti yang dibayangkan oleh banyak orang.

Pada usia dua puluh satu tahun, suatu hari saya terbangun dan menemukan bahwa saya lumpuh total, saya merasa terperangkap-merasa seolah-olah dipejara dalam tubuh yang tidak lagi memungkinkan saya berlari melintas padang pasir, atau memasak dan berdansa dan menggendong adik saya.

Untuk waktu yang lama saya terbaring demikian, berusaha menerima ketidakberdayaan saya, berusaha untuk tidak tenggelam dalam sikap iba diri. Saya bertanya kepada diri sendiri tentang apa enaknya hidup dalam keadaan demikian, bukankah akan lebih baik jika saya mati?

Saya harus memikirkan keadaan keterpenjaraan ini, karena bagi saya seolah-olah telah kehilangan segala sesuatu yng berarti dalam hidup saya. Saya hampir putus asa.

Akan tetapi kemudian, pada suatu hari datanglah suatu kesadaran dalam diri saya, bahwa sesungguhnya masih ada beberapa pilihan yang terbuka bagi diri saya dan saya mempunya kebebasan untuk memilihnya.. Haruskah saya tersenyum ketika bertemu anak-anak kecil atau saya harus menangis? Haruskah saya menyumpahi Tuhan- atau sebaliknya memohon kekuatan tambahan kepada Tuhan—

Dengan kata lain, apa yang akan saya perbuat dengan kehendak bebas yang diberikan-Nya kepada-saya-dan masih ada pada-saya?

Saya memutuskan untuk berusaha, selama hayat masih dikandung badan, untuk hidup semampu saya ,untuk mencari cara mengubah pengalaman-pengalaman yang tampaknya negatif menjadi pengalaubahman-pengalaman postif, untuk mencari cara mengubah keterbatasan-keterbatasan fisik saya dengan memperluas cakrawala mental dan spiritual saya. Saya dapat memilih untuk menjadi teladan yang positif bagi anak-anak, atau menenggelamkan diri ke ketidakberdayaan dan kemudian mati, baik secara emosional maupun fisik.

Ada bermacam-macam kebebasan, teman. Bila kita kehilangan salah satu kebebasa, kita hanya tinggal mencari kebebasan yang lain

Anda dan saya masih dikarunia kebebasan memilih buku-buku yang baik, mana yang akan kita baca, mana yang akan kita singkirkan.

Anda dapat melihat ke jeruji, atau melihat lewat jeruji. Anda dapat menjadi teladan bagi mereka yang lebih muda, atau bergabung dengan para pembuat onar. Anda dapat memilih mencintai Tuhan dan berusaha mengenaL-Nya lebih baik atau berbalik memunggungi-Nya.

Bagaimana, teman, kita sama-sama menjalani kehidupan ini….