Hukum Memelihara Jenggot Menurut Islam.

Orang yang jenggotan itu keren, macho, dan nggemesin. Wanita lebih suka dengan laki-laki yang berjenggot daripada yang tatoan dan perokok.

Berjenggot tidak membutuhkan biaya, bahkan nol biaya. Kalau tatoan? Tindikan? Berapa cobak untuk biaya tao dan tindik.

Apalagi rokok, beuh udah banyak yang membahas betapa sangat amat ruginya para perokok. Mulai dari membahayakan keuangan maupun kesehatan.

Ah kok malah ngomongin tato sama rokok. Udah abaikan saja tato sama rokok, mimin akan nulis tentang jenggot, ini adalah sunah Nabi bagi para cowok. Cewek tentu gak boleh jenggotan ya hehe.

Memelihara jenggot termasuk sunnah (ajaran) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang hukumnya wajib.

Tulisan ini gak mengharuskan anda yang gak berbakat punya jenggot untuk memaksa diri agar punya jenggot ya, jenggot di sini adalah jenggot yang emang tumbuh alami, emang dasarnya punya jenggot.

Tidak semua orang ditakdirkan atau dapat memiliki jenggot. Apabila ada seseorang yang memiliki jenggot lalu ia memeliharanya, berarti ia telah menjalankan perintah Nabi  Muhammad SAW. Seperti yang disebutkan dalam hadist di bawah ini.

Karena ia telah menjalankan perintah Nabi, maka ia mendapat pahala. Jika seseorang tidak memiliki jenggot, maka ia juga tidak akan berdosa. Jadi kalau emang dasarnya gak ada bakat buat punya jenggot, jangan takut dosa hehe.

Dalil-dalilnya:

1.Memelihara jenggot termasuk fitrah seorang laki-laki. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

عَشْرٌ مِنْ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ وَالسِّوَاكُ وَاسْتِنْشَاقُ الْمَاءِ وَقَصُّ الْأَظْفَارِ

Artinya: “Sepuluh perkara yang termasuk fithrah: Memotong kumis, memelihara jenggot, bersiwak, memasukkan air ke dalam hidung, memotong kuku.” (HR. Muslim)

2. Memelihara jenggot adalah perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana sabda beliau:

 

انْهَكُوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى

Artinya: “Potonglah kumis dan peliharalah jenggot.” (HR. Al-Bukhary dan Muslim)

3. Memotong jenggot adalah kebiasaan orang-orang musyrik, di dalam hadist Ibnu Umar Rasulullah bersabda:

 

خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ وَفِّرُوا اللِّحَى وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ

Artinya: “Selisihilah orang-orang musyrik, peliharalah jenggot dan potonglah kumis.” (HR. Al-Bukhary dan Muslim)

Demikian pula di dalam hadist Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau bersabda:

 

جُزُّوا الشَّوَارِبَ وَأَرْخُوا اللِّحَى خَالِفُوا الْمَجُوسَ

Artinya: “Potonglah kumis dan biarkanlah jenggot, selisihilah orang-orang Majusi (penyembah matahari).” (HR. Muslim)

Sedangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengancam orang-orang yang menyerupai orang-orang kafir dengan sabda beliau:

 

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Artinya: “Barangsiapa yang menyerupai sebuah kaum maka dia termasuk golongan mereka.” (HR. Abu Dawud, berkata Syeikh Al-Albany: Hasan Shahih)

4. Mencukur jenggot adalah penyerupaan terhadap wanita, sedangkan Ibnu ‘Abbas telah berkata:

 

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنْ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنْ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita-wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Al-Bukhary)

Dalil-dalil di atas cukup menjadi dorongan bagi kita untuk melaksanakan sunnah Rasul yang telah banyak ditinggalkan kaum muslimin ini. Di sana ada hikmah dibalik perintah membiarkan jenggot dan larangan mencukurnya.

Sebagian orang mengatakan bahwasanya mencukur jenggot menyebabkan kanker.

Sebagian lagi mengatakan bahwasanya mencukur jenggot menyebabkan lemah syahwat.

Orang yang mencukur jenggot maka dia akan kerepotan dalam mengurus jenggotnya, karena setiap dua atau tiga hari dia harus mencukurnya. Lain dengan orang memelihara jenggot, maka dia tidak akan sibuk dengan jenggotnya.

Jenggot adalah keindahan dan lambang kejantanan bagi laki-laki.

Memelihara jenggot adalah sunnah hukumnya. Arti dari sunnah adalah apabila dikerjakan mendapat pahala, tetapi bila ditinggalkan tidak apa-apa. Dengan begitu, memelihara jenggot akan mendapat pahala atau kebaikan karena telah menjalankan sunnah Nabi.

 

 

error: Heloo gak bisa di copas keles hehe
%d blogger menyukai ini: