Jodoh Pilihan Sendiri atau Orang Tua?

Jodoh itu misteri, sedangkan rezeki dan mati itu pasti. Jodoh itu misteri karena gak semua orang di dunia ini mendapatkan jodoh atau belum pernah merasakan menikah.

Kok bisa? Ya bisa. (Maaf) ada kan orang yang sampai tua/uzur tidak mendapatkan jodoh? Entah karena apa mereka sampai umur tua gak menikah.

Ada juga yang udah duluan meninggal, sebelum ketemu jodohnya di dunia. Makanya mati itu pasti. Pasti terjadi kepada setiap orang. Sedangkan jodoh itu misteri. Hanya Allah yang tau.

Yang namanya jodoh tentu memiliki cara-cara yang unik untuk mendapatkannya, ada yang lewat teman, ada yang lewat orang tua dan juga karena kebetulan ketemu, semuanya berjalan apa adanya.

Usaha mencari jodoh memang lebih menyenangkan bila anda mencari sendiri karena yang langsung mengalami proses pendekatan dan proses interaksi berikutnya.

Baca juga Terapi Untuk Mendapatkan Jodoh

Dengan mencari sendiri kita itu tau: Sifat dan kebiasaan calon jodoh kita. Calon kita orang mana, pendidikannya apa, kerjanya apa, dari keluarga yang bagaimana, agamanya gimana, kalau udah nikah pengennya seperti apa dan lain sebagainya

Kelemahan mencari jodoh sendiri adalah, kadang orang tua nggak sreg dengan calon jodoh kita. Iya sih yang menjalani pernikahan entar adalah anaknya, bukan orang tuanya, tetapi Ridho Orang tua kan penting. Sebab pernikahan adalah menyatukan dua keluarga bukan hanya penyatuan antara lakik dan perempuan.

Biasanya kalau udah gini, orang tua “ngalah” yang penting anaknya bahagia. Bisa menjalani kehidupan keluarga dengan harmonis, hidup rukun, dan tidak ada masalah-masalah yang terlalu serius.

Calon jodoh  dari  orang tua pun bisa jadi disetujui oleh sang anak, jika itu memenuhi kriteria dan selera sang anak. Bagusnya emang, Orang tua yang jodohin dan sang anak langsung suka dengan calon jodooh yang disodorkan oleh orang tua.

Kalau orang tua mengikuti pola demokratis anak-anak sekarang akan lebih cantik apabila diberi kesempatan menyelami dalam waktu yang cukup, sehingga bisa diterima tidaknya cara itu melalui proses negosiasi yang kekeluargaan.

Kelemahan jodoh pilihan orang tua adalah : Sang anak kadang gak sreg dengan pilihan orang tuanya. Orangy  tua yang golongan ekonomi ke atas pengennya jodoh yang sepadan dengan mereka. Makanya biasanya mereka menjdohkan anaknya dengan anak dari rekan bisnis, rekan kerja sama, sesama pejabat dan lain sebagainya.

Jadi yang paling penting adalah jalani saja hidup ini, dengan tidak selalu menutup diri, berkurung di kamar atau yang lainnya, karena jodoh itu lebih mudah diperoleh lewat pergaulan, pengajian, liqo, ikut kegiatan remaja, kegiatan keagamaan, kegiatan pemuda atau yang lainnya.

Pokoknya ada kesibukan dan berkumpul dengan orang lain, jangan keseringan menyendiri nanti tidak ada yang diajak ngobrol. Bisa kesambet ntar kalau kebanyakan bengong.

Kalau anda mempercayai bahwa jodoh kita ada di tangan Allah, maka jodoh andapun sudah dipersiapkan. Hanya saja saatnya belum datang.

Baca juga Kapan Saya Dapat Jodoh? Mencari Jodoh Lewat terapi

Hal-hal positif Mencari Jodoh Sendiri Vs Pilihan Orang Tua, (Sumber ayobuka.com)

Kalau kamu menuruti kata orang tua, banyak hal positif yang terjadi seperti :

  1. Direstui orang tua sampai akhir hayat. Tahu nggak, ada hadist yang artinya gini “ridho Allah terletak pada ridho kedua orang tua, dan murka Allah terletak pada murka kedua orang tua”.
  2. Kemesraan antara orang tua kamu dan besan mudah terjalin karena mereka pasti udah kenal lama. Ingat ya, kemesraan antara mereka itu juga penting, kalau orang tua dan besan udah bertengkar pasti ujung-ujungnya kata “cerai” yang terlontar.
  3. Kalau ada hubungan bisnis antara orang tua dan besan, maka perjodohan kamu akan membawa berkah. Kalau bisnis keluarga jadi maju, masa depan kamu otomatis akan cerah.

Hal positif kalau kamu memilih jodohmu sendiri :

  1. Kamu udah tahu baik buruknya dia, jadinya akan lebih gampang buat kamu untuk menyesuaikan diri saat hidup bersama dengannya.
  2. Karena kamu udah tahu tentang dia, maka kecil kemungkinan kalian akan sering bertengkar.
  3. Kalau keluarga kamu dan keluarganya nggak saling kenal, maka otomatis kalian akan saling mengenalkan keluarga satu sama lain. Dalam islam, memanjangkan tali silaturrahim adalah hal yang dituntut.

Jadi mana yang anda piliha? Kalau bingung Istikharah saja.

 

 

error: Heloo gak bisa di copas keles hehe
%d blogger menyukai ini: