Kenapa Aku Harus Mudik?

BOLEH ENGKAU TERBANG TINGGI, TAPI JANGAN PERNAH MELUPAKAN SARANGMU

Eengg….Inggg…Eennggg

Tanggal xxx juli 2014 bahagia deh, beneran! Soalnya ada seorang rekan kerja yang nawarin tiket gratis. Rekan kerja ane kan hoby nya shoping 😀 , nah kebetulan dia dapat point belanja dari sebuah supermarket terkenal dan ternama. Intinya point belanja ini bisa dituker dengan tiket mudik gratis. Yang hoby belanja di supermarket mungkin tahu hal-hal beginian.

Kebetulan teman ane ini gak mudik, mudik kemana lha wonng dia rumahnya di sini (Tangerang red). Alhamdulillah, ane dapat tiket gratis. Ane sudah berpikir, uang yang rencananya akan ane gunakan untuk beli tiket, akan ane bagi-bagi ke anak-anak kecil maupun fakir miskin atau orang-orang gak mampu lah,,

Tanggal xxx juli 2014, ada kabar buruk. Tiket gratis nya gak jadi. Whattt??? I need Oxygen!! Entah dengan alasan apa point belanja punya ane gak bisa ditukerkan denga tiket gratis itu. Ah, sudahlah mungkin belon rezeki hehe. Parahnya, ini kabar datangnya tanggal- tanggal mepet. Waaaaaaaa, tanggal-tanggal menjelang liburan masal gini nyari tiket susahnya minta ampun. Beruntung dapat tiket meski duduk di kursi tambahan.

No Problem ah, yang penting bisa nyampe kampung, ketemu ama bapak emak hehe.

Kenapa Harus Mudik?

Kenapa Harus Mudik?

Mudik bagi saya adalah wajib. Kenapa gitu?

Pertama begini gan, kalau lebaran atau Hari Raya Idhul Fitri yang paling diharapkan oleh kedua orang tua adalah kehadiran putra-putrinya. Beneran! Meskipun ibaratnya kita pulang gak bawa apa-apa, tapi kehadirang kita yang setahun tidak bertemu, itu sudah membuat kedua orang tua bahagia, karena bisa berkumpul dengan anak-anaknya.

Kedua menurut ane adalah kalau gak mudik di sini (perantauan) mau ngapain coba 😀 ? Soalnya teman-teman kos juga pada mudik, para tetangga juga banyak yang mudik. Udah mah gak punya teman, kanan-kiri sepi, gak ada makanan hehe. Kok gak ada makanan? Kata teman ane yang pernah ngerasain lebaran disini, nyari makanan itu susahnya minta ampun. Ya iya karena para petugas warteg dan nasi padang juga pada mudik, yang ada makannya mi instan lagi, mi instan lagi..haduh parah. Padahal mah di rumah/di kampung sono, setiap hari makan ayam haha, atau paling enggak makanan gak pernah telat, enak-enak lagi.

Ketiga adalah bisa berkumpul dengan keluarga-keluarga besar. Bibi, paman, saudara sepupu. Begini gan, Ibu saya adalah anak tertua dari nenek-kakek, nah nenek kakek dari ibu ane ini sudah meninggal (Semoga mendapat tempat di sisi Allah, aamiin). Jadi kalau lebaran gitu adik-adik ibu ane, ngumpulnya di tempat ibu ane, dengan alasan bahwa ibuu ane itu panutan sebagai pengganti orang tua mereka (kakek nenek ane). Kebayang kan adik – adik ibu ane sudah pada merit dan punya anak, wuh ramenya kayak pasar tumpah hehe.

Sepupu ane yang manja

Sepupu ane juga neh,,

sepupu ane masih STM

Ini adik ane

Keempat. Kenapa aku harus mudik? Kangen dengan suasana kampung gan. Kangen dengan udaranya yang sejuk, kangen dengan sapi, kangen dengan ayam, kangen dengan paginya yang segar.

Pohon cengkeh di lahan dekat rumah

ayam-ayam ku

si sapi lagi nyantai

pohon pinus di dekat rumah, di dekat kandang sapi

Kelima. Kenapa aku harus mudik? Nah ini yang ane suka, yaitu bagi-bagi uang hehe. Dahulu kala waktu ane masih kecil sering dapat uang dari orang-orang tua. Nah, untuk sekarang gantian, kita-kita nih yang udah punya penghasilan gantian ngasih uang ke anak-anak dan orang-orang tua yang jompo. Sebenarnya bukan karena alasan gantian ya, tapi hati senang dan bahagia bisa berbagi rezeki di hari yang mulia. Subhanallah, indahnya bisa ngasih dan perasaan plong gitu.

Keenam. Kenapa aku harus mudik? Jujur karena saya suka dengan yang namanya perjalanan. Gak tau kenapa, pokoknya suka aja kalau melihat pemandangan atau tempat-tempat yang dilewati selama perjalanan. Owh Kota Tegal itu disini toh, oh Pekalongan itu tempattnya disini toh, owh begini toh Kota Semarang itu, jadi tau tempat dan tidak gaptek dengan wilayah-wilayah di propinsi sendiri.

Ketujuh. Kenapa aku harus mudik? Hehe ane ternyata suka dengan alam gan. Di ladang dekat rumah (ladangnya orang tua) , ditanami berbagai macam tumbuhan. Ane ingat dulu saya suka nanam berbagai macam buah-buahan dan bunga, tapi emang iklim dan tanahnya tidak cocok, jadi yang hidup cuma sedikit, tapi ya lumayan lah.

– ini ada tanaman kedondong yang tingginya cuma satu meter, cuma setinggi sepupu ane yang masih duduk kelas dua SD.

20140805_054353

20140805_054340

– Ini ada tanaman merica yang kebetulan lagi berbuah. Tau kan merica? Itu loh yang biasa dipakai emak-emak buat masak, yang rasanya pedes. Merica itu enak kalau buat bumbu rica-rica 😀

20140805_055032

20140805_055101

20140805_054901

– Ini ada tanaman JANGGELAN. Mungkin tanaman ini masih asing di telinga masayarakat umum. Tau kan CINCAU? itu loh yang biasanya buat campuran es buah, es cincau. Kalau bulan puasa CINCAU itu termasuk primadona karena sering diburu untuk berbuka puasa. Nah, CINCAU ini bahan baku utamanya adalah tanaman JANGGELAN (saya tidak tau kalau di tempat lain nama tanaman ini apa). Kata ibu ane, tanaman ini dijual dalam keadaan yang sudah dikeringkan.

20140805_054458

20140805_054501

20140805_054544

20140805_054546

– Ini tanaman cengkeh. Rempah-rempah yang membuat Belanda bernafsu menjajah Indonesia. Cengkeh banyak dimanfaatkan untuk industri rokok. Tahun ini cengkeh terbilang mahal. Satu kilonya aja seharga Rp 45.000,00 , bayangkan jika bisa panen berkwintal-kwintal. Tapi sayang pas lebaran kemarin panen cengkeh sudah selesai, jadinya cuma nemu gambar pohonnya aja 😀

20140805_054522

Hehe tanaman-tanaman di atas tumbuh deket rumah ane. Alhamdulillah ya sesuatu.

Kedelapan. Kenapa aku harus mudik? Biasalah anak muda, ane suka blusukan (ini TIDAK terinspirasi dari om Jokowi loh…). Ane suka aja jeprat-jepret sesuatu yang menurut ane unik. Jeprat-jeprat dengan modal Smartfren Andromax C.

Pemandangan di sekitar rumah ane

20140729_084955

20140729_094013

20140729_094020

20140729_084501

20140729_084540

20140729_084639

20140729_084653

20140729_084741

20140729_084947

Nah ini photo-photo yang ane ambil buat inspirasi. Ini ane ambil di terminal induk Bis AKAP (Antar Kota Antar Propinsi) di Baturetno, Wonogiri. Mereka tetap berjuang mencari nafkah demi keluarga yang dicintainya. Malu dunk, kalau kite kite nih yang masih muda, kerjanya ngeluh mulu, dan tidak mau berusaha.

Ini adalah seorang nenek tukang urut di terminal, dengan peralatan cuma satu alat pijat (bentuknya sepotong kayu yang sudah dibentuk sedemikian rupa dan kedua ujungnya tumpul, sayang tidak sempet ngambil gambarnya), nenek ini mampu menghidupi keluarga atau bahkan anak cucunya. Subhanallah, semoga Allah selalu melindungi mu nek,,

20140806_070557

20140806_070628

Ini adalah seorang nenek penjual pecel dan peyek tempe di pinggiran terminal. Jangan salah meskipun buatan nenek-nenek tapi rasa sambel pecelnya edaaannnn puedes bingits. Racikan pecelnya juga enak, sayuran yang segar-segar membuat ane ketagihan hehe. Saya menduga nenek ini sudah terkenal di sekitaran situ, soalnya pembeli tidak henti-hentinya datang, dan subhanallah para pembeli setia mengantri. Untuk level nenek, kecepatan dalam melayani pembeli termasuk luar biasa, ane heran punya tenaga darimana nenek ini begitu semangat dan antusias dalam melayani para pembeli. Hmmm,,,inspirasi buat terus berkarya dan bersyukur.

20140805_091803

Nah ini ada lagi, seorang ibu yang berprofesi sebagai tukang sol sepatu. Meskipun dia seorang wanita, jangan salah dia cekatan sekali dalam mengesol sepatu. Ane pikir ini emak-emak juga mempunyai banyak pelanggan, terbukti di tempat kerjanya banyak tumpukan sepatu-sepatu dan sendal yang nunggu antrian untuk di sol. Gambar ini ane ambil ketika dia sedang mengesol sepatu ane 😀 , sebenarnya ada video nya juga, kalau pada minat entar ane upload di YouTube deh hehe. Hasil solnya rapi dan kuat. Subhanallah semoga Allah selalu menjaga kesehatanmu bu…..

20140805_091818

Ini lagi saya temui di terminal tempat pemberhentian akhir bis. Seorang kakek yang kakinya tidak normal (lumpuh mungkin), berprofesi sebagai loper koran. Dengan modal sepeda motor yang dimodif sedemikian rupa (motor mempunyai tiga roda), bapak ini berjuang menghidupi keluarga tercintanya. Menurutku bapak ini ramah dan murah senyum, terbukti pas bertatap muka dengan ane secara tidak sengaja, bapak ini tersenyum dengan ramah, ada guratan ketulusan di raut wajahnya. Bapak ini lagi mangkal aja di terminal menghabiskan koran-koran atau majalahnya, setelah seharian mengantarkan koran-koran ke para pelanggannya.

20140806_070200

20140806_070139

Bagaimana? Apakah kita masih mengeluh dengan kekurangan yang kita miliki. Faktanya, banyak orang-orang sukses di dunia ini dengan segala kekurangannya. Lha kamu???

Mari kita lanjutkan jeprat-jeprat dengan Andromak C nya hehe. Mumpung liburan dan banyak moment-moment yang sayang jika dilewatkan.

Menikamati pemandangan sore, menunggu matahari tenggelam di ujung barat. Tempat ane emang pegunungan, jadi kalau sore sore gitu, pemandangan seperti ini mudah ditemui

20140729_170923

20140729_171018

20140729_171338

20140729_171356

20140729_171609

Jalan-jalan ke pasar pisang. Namanya juga pasar pisang, ya isinya pisang doang 😀

20140805_084648

20140805_084755

20140805_084822

20140805_084834

Blusukan ke pasar burung, kalau di lokasinya terasa riuh dan rame dengan suara-suara kicauan burung yang merdu, dan rame dengan para pembeli yang nawar harga burung haha.

20140805_084939

20140805_084948

20140805_085007

20140805_085025

20140805_085034

20140805_085058

20140805_085225

Jalan-jalan ke sudut-sudut pasar. Ke lapak buah, ke lapak pakaian, ke lapak perlatan pertanian bahkan nyolong gambar mobil polisi

20140805_092019

20140805_093354

20140805_093413

20140805_093441

20140805_093523

20140805_094324

20140805_094419

20140805_094710

20140806_062955

Ah, banyak pengalaman berharga mudik tahun ini. Ya Allah nikmat manakah yang bisa aku dustakan?. Ketemu dengan orang tua yang masih sehat adalah kebahagiaan tersendiri. Bersyukurlah jika anda mempunyai kampung hehe.

Dan akhirnya kita harus balik. Balik lagi ke perantauan dengan semangat baru dan harapan baru. Balik berkarya dan menjemput rezeki untuk masa depan yang lebih baik.

20140806_062248

20140806_063318

Hidup adalah perjuangan dan bergerak. Jika berhenti bergerak maka mati saja!!

20140729_173150

2 comments