Kenapa Wanita Mempunyai Rahim? Inilah Penyebab Beruntungnya Wanita Mempunyai Rahim

Kenapa sih wanita mempunyai Rahim? Kenapa yang hamil itu wanita? Inilah beruntungnya wanita karena mempunya rahim.

Artikel ini gak menjelaskan apa fungsi rahim. Karena saya bukan bidan maupun dokter kandungan 😀

Artikel ini menjelaskan sisi lain, owh ini lho beruntungnya menjadi wanita dalam islam. Owh ternyata wanita dalam pandangan islam itu sangat di hormati.

Pertama: Wanita bekerja dengan Allah seperti kerja di pabrik.  Tiap-tiap bulan wanita diberi cuti bergaji penuh. Dapat cuti setiap bulan, tapi gajinya gak kepotong. Enak kan 😀

Kerja di pabrik kan gitu, bagi wanita dapat cuti haid beberapa hari. Cutinya ini tidak mengurangi cuti tahunan dan tidak ngaruh ke gaji.

Tujuh sehingga 15 hari dalam sebulan wanita tidak wajib beribadah kepada Allah. Tetapi Allah justru menganggap waktu tersebut adalah waktu terbaik bagi wanita buat beribadah.

Kenapa begitu? Tau kan wanita kalau lagi “dapat”? bawaannya marah-marah mulu. Nah, karena hawanya pengen marah terus, maka Allah akan melihat kesabaran wanita dalam menghadapi permasalahan hidup.

Sabar gak sih? Nah sabarnya wanita dalam menghadapi haid ini, oleh Allah dianggap sebagai ibadah yang terbaik.

Bahkan ada lho wanita yang haid sampai sebulan penuh. Betul teman kerja saya sering begitu. Kasihan kan kalau pas puasa ramadhan, sebulan full kagak puasa karena haid terus.

Ladalah mbayar hutang puasanya ngap-ngapan.

Kedua: Cuti bersalin atau melahirkan hingga 60 hari
. Bahkan di tempat kerja saya sampai tiga bulan.

Cuti ini bukan cuti semaunya sendiri ya. Mana ada perusahaan yang mengijinkan karyawan cuti sampai 60 hari. Yang ada pas masuk langsung di pecat 😀

Nah cuti melahirkan ini adalah cuti terpanjang di dunia nyata maupun di dunia ghaib. Hebatnya lagi meski cuti selama 60 hari atau bahkan tiga bulan, tapi gaji wanita ini tetap utuh.

Tetap mendapatkan gaji. Cuma ya emang uang transport sama uang makan kagak ada.

Logika di atas berlaku juga kepada Allah. Cuti “beribadah” yang Allah beri sebab masa-masa habis melahirkan.

Orang lelaki tidak ada waktu libur untuk beribadah/sholat. Sembahyang wajib baginya dari baligh hingga sudah tidak bisa bernafas lagi.

Ketiga: Kabar gembira untuk wanita, sepanjang dia mengandung Allah senatiasa mengampunkan dosanya. Selama si wanita ini bisa menjaga dari dosa-dosa besar.

Ya kalau pas hamil, terus mencuri, itu sih lain cerita ya.

Begitu bayi lahir mak conger, oek oek oek….

Seluruh dosanya bersih. Inilah nikmat warbiyasa yang Allah berikan kepada wanita. Jadi kenapa takut beranak?

Beranak? Emang kucing. Jadi kenapa takut mempunyai anak? Kenapa takut hamil? Kenapa takut menikah? #eh

Marilah kita berpegang teguh kepada agama Allah. Seandainya wanita itu wafat sewaktu bersalin, pas melahirkan, itu dianggap mati syahid.

Tahukan pahala mati syahid? Allah izinkan terus masuk Syurga.

Keempat: Kabar gembira wanita yang bersuami: Seluruh kebaikan suaminya, isteri dapat pahala tetapi dosa-dosa suami dia tak tanggung.

Enak kan? Suami berbuat baik, istri dapat pahala. Suami berbuat dosa, istri gak kecipratan.

Hikmahnya apa? Hikmahnya adalah agar istri senantiasa mendorong atau sama-sama berjalan di agama Allah. Berbuat baik, bersyukur, sedekah, menjalankan yang sunah-sunah itu contoh kecilnya.

Jadi, bagi para istri yang ingin selalu mendapatkan kecipratan pahala, doronglah, semangatilah suami agar selalu berbuat baik.

Kelima: Di akhirat nanti seorang wanita solehah akan terperanjat dengan Pahala gak karu-karuan yang ia terima karena kebaikan suami waktu di dunia yang tidak ia ketahui.

Contohnya begini: Di tempat kerja, suaminya rajin sedekah ke pengemis, istri kan gak tau, wong posisi di rumah. Nah di akhirat kelak, istri kaget karena mendapat begitu banyak pahala sedekah suaminya yang ia tidak ketahui.

Lah kapan suamiku sedekah? Kok ujug-ujug pahalanya banyak banget ke akuh? Alhamdulillah ya sesuatu.

Berita jeleknya adalah: Kalau seorang isteri selalu manyun, sering ngomel-ngomel sama suami, mulut selalu muncung terhadap suami dia tak akan dapat pahala extra ini. Nah loh?

Keenam: Manakala suami pula mempunyai tugas-tugas berat di dalam dan di luar rumah, segala dosa-dosa anak isteri yang tak dididik dia akan tanggung di tambah lagi dengan dosa-dosa yang lain.

Maksudya tak terdidik itu, suami acuh tak acuh kepada istri dan anak. Tidak mau mengajari anak sholat, mengajari ilmu agama dan lain sebagainya.

Kalau udah dididik dan diajari tapi anak gak mau menjalani, ya dosa tanggung sendiri. Karena dalam islam gak ada dosa warisan.

Di nasihatkan kepada semua wanita supaya faham akan syariat Allah agar tidak drhaka denganNya. Dan semua lelaki fahami hati naluri seorang wanita dan isteri agar tidak derhaka denganNYA.

 

Kesimpulannya adalah teng teng

istri harus taat pada suami (selagi tidak melenceng dari syariat Islam)

istri dan anak-anak adalah amanah bagi suami

suami dan istri harus taat pada seorang ibu (tidak boleh durhaka kepadanya)

Silahkan Berpendapat Gaes..