Kisah Mahabharata 4 : Akhir Pertemuan Raja Dushmanta dan Dewi Syakuntala

Lanjutan dari sini
Kisah Mahabharata 3: Kemarahan Dewi Syakuntala kepada Raja Dushmanta di Istana Hastinapura

Raja Dushmanta tidak mau mengakui Dewi Syakuntala sebagai istrinya. Why?? Dari kisah satu sampai tiga diceritakan bahwa Perkawinan Raja Dushmanta dan Dewi Syakuntala tidak diketahui oleh rakyat Puru. Puru adalah rakyatnya Raja Dushmanta. Perkawinan singkat yang dilaksanakan di hutan, ketika Raja Dushmanta tersesat ketika berburu hewan di hutan belantara. Bahkan ayah angkatnya Dewi Syakuntala (Resi Kanwa)pun tidak tahu kalau anak angkatnya sudah melangsungkan upacara perkawinan.

Balik lagi ke laptop gan, Nah kalau Raja Dushmanta mengakui bahwa anak yang dibawa oleh Dewi Syakuntala adalah anaknya, apa kata rakyat Puru? Tentu saja Sang Raja malu besar, masa’ raja besar menikah dengan orang yang tidak jelas.Ya Dewi syakuntala memang tidak dikenal oleh rakyat puru, dilahirkan dari hasil perkawinan aneh, dan dari kecil dia bertapa di hutan mulu, siapa yang akan kenal coba?

Dewi Syakuntala adalah putri Dewi Menaka, bidadari yang diperintahkan Batara Indra untuk turun dari kahyangan dan menggoda Wiswamitra, seorang pertapa mahasakti. Bersama bidadari-bidadari Urwashi, Purwachitti, Sahajanya, Wiswachi, dan Gritachi, Dewi Menaka berhasil menggagalkan tapa Wiswamitra. Pertapa itu tak kuasa menahan nafsunya melihat kecantikan Menaka. Mereka memadu cinta. Sayang, Wiswamitra meninggalkan Menaka yang sedang mengandung. Ketika tiba waktunya, Menaka melahirkan Dewi Syakuntala di lembah Gunung Himalaya. Karena tidak mendapat kasih sayang dari siapaun ini si Menaka balik lagi ke kahyangan dan meninggalkan bayinya(Dewi Syakutala) di pinggir sungai, nah dari situlah Dewi Syakuntala di temukan oleh Resi Kanwa dan diangkat sebagai anak.

Pada akhirnya, Dewi Syakuntala meninggalkan istana Hastinapura, meninggalkan anaknya di hadapan Raja Dushmanta. Dewi Syakuntala kembali ke pertapaan dan berharap kelak anaknya akan diasuh pihak kerajaan. Ketika Dewi Syakuntala meninggalkan kerajaan, terdengar suara dari langit:

“Seorang ibu ibarat kulit dari daging. Anak laki-laki berasal dan merupakan citra ayahnya. Karena itu, wahai Dushmanta, sayangilah putramu dan janganlah menghina Syakuntala. Wahai Raja mulia, anak yang berasal dari benihmu akan menyelamatkanmu dari kekuasaan Batara Yama dengan upacara-upacara keagamaan. Engkau adalah asal-mula anak ini. Syakuntala tidak berdusta. Ingatlah, suami yang membagi dirinya menjadi dua, terlahir kembali melalui istrinya dalam wujud anak laki-laki.

“Wahai Dushmanta, didiklah dan sayangilah anakmu, buah rahim Syakuntala. Kau akan tertimpa malapetaka besar jika menyia-nyiakan dia. Anak yang berjiwa agung itu akan dikenal dengan nama Bharata, artinya yang dipuja”

Kemudian suara dari kahyangan itu lenyap. Setelah mendengar kata-kata itu, Raja merasa sangat gembira. Ia berkata kepada semua orang yang ada di hadapannya,

“Kalian dengar sabda dari langit tadi? Sebenarnya aku telah mengakui anak ini sebagai anakku sendiri. Tetapi, jika kupungut dia dan kuturuti kata-kata Syakuntala begitu saja, rakyatku pasti curiga dan anakku dianggap anak haram.”

Akhirnya Raja memerintahkan agar dilakukan upacara khusus, yaitu upacara yang dipersembahkan seorang ayah untuk anaknya. Dengan upacara yang lain, Syakuntala diterima sebagai permaisuri. Anak itu diberi nama Bharata dan dinobatkan menjadi putra mahkota. Kelak di kemudian hari, keturunan Bharata menjadi bangsa yang besar.

Nah dari sinilah Kisah Mahabharata dimulai, dan dari negeri inilah kelak akan terjadi perang yang dahsyat antara Pendawa dan Kurawa.

Raja Dusmanta sebenanrnya tidak punya permaisuri otomatis kan tidak punya anak, makanya anak dari hasil perkawinannya dengan Dewi Syakuntala langsung dijadikan jadi Putra Mahkota

4 comments