Kisah Menyentuh Hati Tentang Pengorbanan Cinta.

Kisahnya gak akan sedahsyat TITANIC maupun seperti Romeo dan Juliet. Saya aja bahkan tidak tau kisah Romeo dan Juliet itu seperti apa. Hanya denger-denger dari social media.

Kisahnya simple dan sederhana. Entah darimana tulisan ini, mungkin dari facebook. Soalnya ini bagus buat pembelajaran kita semua yang masih muda-muda. Cieee Muda.

Biar kisah ini dibaca banyak orang, sebagai inspirasi dan motivasi untuk berkorban untuk orang-orang yang kita cintai. Hidup adalah cinta. Ketika anda sudah tidak punya cinta, maka hidup anda sebenarnya sudah berakhir.

Begini kisahnya:

Baca juga Contoh Kisah Pengorbanan Seorang Istri di Rumah.

Saya adalah seorang Perawat disebuah Rumah Sakit kecil.

Pagi itu klinik sangat sibuk, Sekitar pukul 09:30 seorg pria berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu jarinya . Saya menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk, mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi.

Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya. Saya merasa kasihan, Jadi ketika sedang luang saya sempatkan untuk memeriksa lukanya dan nampaknya cukup baik dan kering, tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru. Pekerjaan yang tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter, saya putuskan untuk melakukannya sendiri.

Sambil menangani lukanya, saya bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak terburu-buru. Lelaki tua itu menjawab tidak, dia hendak ke rumah jompo untuk makan siang bersama istrinya, seperti yang dilakukannya sehari-hari, Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu dan istrinya mengidap penyakit ALZHEIMER

Lalu saya bertanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat, Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mangenalinya sejak 5 tahun terakhir.

Saya sangat terkejut dan berkata : “ Bapak masih pergi ke sana setiap hari walaupun istri Bapak tidak kenal lagi? “

Dia tersenyum sambil tangannya menepuk tangan saya dan berkata: “Dia memang tidak mengenali saya, tetapi saya masih mngenali dia, kan ?”

Saya terus menahan air mata sampai kakek itu pergi , Subhaanallah, Ya Allah.. Cinta kasih seperti itulah yang saya mau dalam hidupku.

Cinta sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis.

Cinta sejati » menerima apa adanya:

☑ yang terjadi saat ini

☑ yang sudah terjadi

☑ yang akan terjadi

☑ yang tidak akan pernah terjadi.

Baca juga Cara Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Islam.

♥ Semoga Bermanfaat dan Silahkan Klik ”BAGIKAN” ♥

 

 

error: Heloo gak bisa di copas keles hehe
%d blogger menyukai ini: