Mana Yang Lebih Menguntungkan, Kost atau Kontrakan?

Mana Yang Lebih Menguntungkan, Kost atau Kontrakan?

Perbedaan Antara Kost dan Kontrakan dari segi Pemilik dan Konsumen.

Ngekost atau NgontrakLihat lokasi tanahnya dulu atuh, dekat tempat sekolah (kampus), atau pabrik (kawasan industri).

Kalau misalnya tanah agan lebih dekat ke sekolah atau kampus akan lebih baik kalau dibangun kost-kostan. Why?
Begini, ini saya survey dan riset selama bertahun-tahun dan menghabiskan dana sampai puluhan juta..haish lebay yak.

Kost-kostan biasanya identik dengan anak sekolah atau mahasiswa. Nah mereka lebih suka membayar bulanan, karena memang mereka hanya mengandalkan kiriman uang dari orang tua hehe.

Dengan biaya bulanan, kan tiap hari pegang tuh uang, sehingga ada biaya operasional untuk dana darurat. Untuk biaya lsitrik, air, sampah dan memperbaiki atap yang bocor. Hiks.

Dengan putaran uang yang diterima setiap bulan. Pemilik masih bisa merawat rumah dengan optimal karena pemilik memiliki keleluasaan.

Dengan membangun kost-kostan di dekat sekolah atau kampus, otomastis pasar tidak akan pernah sepi dan mati. Selama sekolah atau kampus di sekitar situ gak bangkrut, yang namanya usaha kost-kostan pasti akan selalu ada pasarnya, pasti itu!

Dan yang namanya pendidikan atau orang sekolah, pasti tiap tahun ada. Ada yang lulus ada yang masuk, gitu aja terus sampai kiamat. Tul gak? Nah, dengan membangun kost-kostan, perputaran uang perbulan akan selalu ada. Pastik itu, pastik!!

Kost-kostan kan identik dengan pelajar yak, generasi bangsa. Nah, sebagai pemilik kost semestinya agan dan agawati kudu ikut bertanggung jawab dengan masa depan anak-anak kost.

Misalnya begini, dibuatlah peraturan-peraturan yang bisa menghindari kenakalan remaja, contoh: tidak boleh membawa lain jenis ke dalam kost, dilarang minum-minuman keras, kalau bisa malah dilarang merokok di dalam kost.

Kost-kostan itu lebih teratur dan terjadwal, apalagi kalau misalnya di dalam kost-kostan itu sendiri ada ibu kost yang sedikit perhatian, cie cie ibu kost perhatian..maka akan mengadakan peraturan yang tentunya ada tujuan yang positif pula bagi penghuninya, terutama penghuni sebagai mahasiswa dan mahasiswi.

Kemungkinan ibu kost sendri akan membuat peraturan, misalnya peraturan pintu mulai tutup jam sembilan malam, maka pada saat waktu menunjukan jam 9 malam, ibu kost akan segera mengecek dan menutup pintu gerbang kost-kostan. Kalau udeh lewat jam 9 malam, eh masih klayapan di luar, ya siap-siap aja ndak bisa masuk kost, alamat tidur di jalan.

Sebagai mahasiswi yang baik, seharusnya teman-teman suka dengan aturan ini, karena ini menyangkut safety dan kedisiplinan. Ambil sisi positifnya aja. Be smart lah…

Ya sebagai pemilik kost, agan kan ibarat orang tua bagi anak kost. Jadi selain dapat materi berupa uang, agan juga bisa beramal dengan menjaga akhlak anak-anak didik. Dunia dapet, akhirat juga dapet.

Kost-kost an tidak memerlukan bangunan yang luas. Kenapa? Karena isinya hanya anak-anak sekolah. Mereka tidak perlu dapur, tidak perlu ruang tamu, yang penting bisa buat tidur dan belajar. Bahkan kamar mandi pun untuk ramai-ramai.

Nah kan dari segi bangunan, kost-kostan lebih banyak pintu atau kamar, kalau kata orang mah, modal kecil tapi penghasilan gede. Tapi yak jangan sempit-sempit amat, kasihan mereka ntar ndak bisa bernafas.

Tapi…
Kos umumnya dan biasanya lebih mahal, kenapah? Karena si pemilik biasanya mengisi kost-kostan dengan lemari, kasur, dapur, di kos yg mahal udah TV, kamar mandi sendiri, kulkas, air panas buat berendam, listrik dan air udah satu paket sama bayar kos, isinya biasanya paling sedikit 4 kamar samper berpuluhan kamar.

Kalau konsumennya mahasiswi-mahasiswi kaya, tentu saja ndak masalah, kost akan selalu penuh. Bijaklah membangun kost gan, kira-kira untuk ukuran sekolah atau kampus di situ tuh konsumennya anak orang kaya apa bukan.

Biasanya kost dekat dengan rumah sang pemilik, sehingga sang pemilik masih bisa mengontrol keadaan kost-kost nya. Jadi fungsi pengawasannya ada.

Lalu pegimane dengan Kontrakan?

Kalau lokasi tanah dekat dengan kawasan industri atau pabrik, bangunlah istana bukan menggali kuburan, EH. Maksudnya bangunlah Kontrakan. Why?

Kalau kawasan industri gitu pan identik dengan orang yang udeh berpenghasilan dan berkeluarga. Otomatis mereka membutuhkan space kamar yang lebih gede. Dua atau tiga kamarlah.

Kontrakan ada yang bayar bulanan, ada juga yang bayar tahunan atau enam bulanan. Tergantung pemiliknya, kalau pengen setiap bulan ada pemasukan, pakailah sistem bayar bulanan. Lagian karyawan pabrik akan lebih suka gan kalau bayar bulanan, karena mereka pan gajiannya bulanan, jadi ndak memberatkan perekonomian merekah. Bijak lah dikit gan hehe.

Biasanya ya biasanya, orang ngontrak itu tahunan, bahkan ada yang ngontrak dari gadis, sampai punya anak gadis, masih aja ngontrak di situ, kata saya ini kok orang betah amat.

Dan lagi, pemilik kontrakan biasanya gak punya kontrol terhadap rumah kontrakannya. Sepenuhnya tanggung jawab sang pengontrak. Jadi ya kalau si pengontrak pengen ngecat tembok, pengen apa-apa diperbolehkan selama tidak merusak bangunan aslinya.

Kontrakan umumnya lebih murah sebab dalamnya masih kosong blong, ya cuman ruangan-ruangan gitu, ngurus apa-apa sendiri. Listrik, air, perabotan rumah tangga beli sendiri. Pokoknya mau ngisi apa aja bebas deh, itu sik pengalaman saya yah hehe…

Kontrakan itu sendiri bisa bebas, mau pulang malam ataupun pagi, bawa cowok atau tidak, terserah, saya sarankan untuk kalangan mahasiswa tidak ada salahnya kalau memilih yang lebih banyak segi positifnya, akan tetapi tidak semua kontrakan peraturanya bebas juga. Pandai-pandailah jaga diri, lagian gak enak juga kali sama tetangga kontrakan yang lain, kalau gerak-gerik kita mencurigakan.

Dan lagi, lokasi kontrakan biasanya jauh dari rumah pemilik kontrakan. Jadi rawan terjadi pencampuran lakik dan perempuan. Ini kan bahaya gan hehe. Makanya kan sering denger terjadi permesuman di kontrakan, ya itu karena ndak ada kontrol dari pemilik.

Kalau agan pengen bikin kontrakan, sebaiknya emang harus punya kontrol lah, setidaknya bikin peraturan, dilarang memasukkan lawan jenis ke dalam kontrakan misalnya, atau membatasi jam kunjungan lawan jenis, bukan apa-apa, niatkan aja buat ibadah. Materi dapat, akhirat dapat. Insya Allah.

Semoga uraian di atas bisa memberikan gambaran sedikit untuk berinvestasi Kost-kost an atau Kontrakan.
Semoga coretan ini juga bisa memberikan gambaran mahasiswi untuk memilih, Ngontrak apa ngekost?

Bijak lah memilih…

1st Step Video Work From Home Business

error: Heloo gak bisa di copas keles hehe
%d blogger menyukai ini: