Mengapa Manusia Selalu Bergantung Pada Orang Lain?

Karena manusia merupakan makhluk sosial yg tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan org lain, itu jawabannya.

Bergantung pada orang lain itu maknanya luas ya. Benar kita gak akan bisa hidup sendirian di dunia ini. Yang kami tekankan di sini adalah kisah manusia yang “hoby” nya selalu ngarep bantuan orang lain.

Boleh ngarep tapi jangan sampai over dosis. Kenapa? Karena akan membuat sel-sel tubuh anda menjadi kaku dan tidak kreatif.

Baiklah mari kita simak kisah seekor tikus putuh ini. Kisah ini mungkin mampu menggambarkan dengan pas, kenapa sih kita jangan terlalu bergantung kepada orang lain?

Baca juga Kisah Ulama yang Gigih Menuntut Ilmu.

Ambil poinnya ya gaaessss.

Seorang ilmuwan tengah menguji potensi dan kekuatan seekor tikus putih. Setiap pagi ia mengeluarkan seekor tikus putih pilihan dari kandang lalu memasukkannya kedalam suatu mesin kaca yang penuh dengan air. Ilmuwan itu memperhatikan bagaimana tikus itu berjuang untuk dapat tetap hidup.

Apabila tikus itu kelihatan sudah kehilangan tenaga dan mulai tenggelam ke dasar air, maka ia segera memberikan tangan kanannya lalu mengangkat tikus itu. Ia selalu mencatat secara lengkap semua perkembangan selama satu minggu. Dari catatan tersebut diketahui bahwa kekuatan dan ketahanan tikus di dalam air meningkat dari hari ke hari.

Pada hari ke delapan, ia kembali menguji coba kekuatan dan ketahanan tikus. Tetapi belum lama berselang ia mendengar telpon genggamnya berdering. Ia berbincang cukup lama dengan seseorang di seberang telpon yang tak lain adalah pacarnya sendiri. Sedangkan tikus yang tengah berjuang di dalam air sengaja tidak berupaya lebih keras karena mengira sang ilmuwan pasti menolongnya. Tetapi nahas, saat itu si tikus benar-benar mati tenggelam karena ilmuwan tersebut terlalu asyik berbincang dengan pacarnya.

Siapakah yang membunuh tikus itu? Jawabnya adalah pikiran tikus itu sendiri. Secara ilmiah berdasarkan catatan perkembangan ketahanan dan kemampuan si tikus, ilmuwan itu menilai seharusnya tikus itu mampu bertahan lebih lama. Tetapi karena tikus itu terlanjur hanya mengharapkan bantuan yang tak kunjung datang, maka ia pun mati.

Pesan:

Si tikus mati tenggelam bukan karena ia tidak mampu berenang. Telah disebutkan bahwasanya kemampuan dan ketahanan tikus sudah cukup baik bahkan meningkat dari hari ke hari. Persoalannya adalah ia tidak bersedia memperjuangkan hidupnya itu dan hanya mengandalkan bantuan orang lain yaitu sang ilmuwan.

Kisah tersebut menginspirasikan bahwa setiap tingkat kemajuan atau keberhasilan seseorang selalu didahului dengan tantangan. Bila kitasudah dapat menahklukkan tantangan tersebut, dengan sendirinya kekuatan dan prestasi kita setingkat lebih maju. Sehingga keberhasilan kita terletak pada seberapa besar kemauan kita untuk menahklukkan tantangan tersebut, karena Tuhan YME sudah memberi kita dua tangan agar kita bisa membantu diri kita sendiri.

Tak ubahnya bila kita ingin sukses, maka kita harus bersedia memperbaiki diri dan gigih berusaha. “Victory belongs to the most persevering. -Kejayaan adalah milik mereka yang gigih,” kata Napoleon Bonaparte, mantan penguasa di Perancis yang hidup pada tahun 1769 sampai tahun1821. Karena keadaan kita tidak akan pernah lebih baik bila hanya mengandalkan bantuan orang lain.

Jadi gimana?

Kalau melamar kerja, gak ada orang dalam? Tancap terus, rezeki gak ada yang tau. Kalau ngandelin ada orang dalam terus, sampai pinguin kutub pindah ke Mesir juga gak bakalan dapat kerja.

Pengen merubah nasib dengan ngarep ke orang lain? Lha orang lain aja nasibnya sama kayak kita.

Fokuslah apa yang anda miliki. Jangan fokus kepada milik orang lain. Milik orang lain belum tentu juga cocok sama kita.

Semoga Bermanfaat .. 🙂

 

error: Heloo gak bisa di copas keles hehe
%d blogger menyukai ini: