Mensyukuri Nikmat Allah

Bersyukur adalah ungkapan yang berisikan pujian kepada Allah SWT. Syukur berarti mengakui segala kebaikan dan nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, hamba-hamba-Nya.

Banyak cara untuk bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah kita terima. Mulai dari sekadar mengucapkan alhamdulillahi rabbil alamin sampai mengeluarkan sebagian harta untuk disedekahkan atau dizakatkan. Yang pasti, tidak ada sebuah ungkapan syukur yang direalisasikan dengan keburukan-keburukan akhlak dan perilaku. Baik keburukan yang dilakukan secara individu, apalagi yang dilakukan secara kolektif.

Telah banyak contoh yang diberikan oleh Allah atas pribadi-pribadi dan kaum-kaum, serta bangsa-bangsa yang sebelumnya diberi kenikmatan, namun karena masyarakatnya tidak bersyukur, maka Allah memberikan azab yang tidak terbayangkan.

Sesungguhnya, hakikat bersyukur itu akan kembali kepada kita sendiri. Allah SWT berfirman, ”Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri.” (QS An Naml [27]: 40).

Tidaklah Allah SWT akan berkurang kemuliaan-Nya hanya karena penduduk bumi ini tidak bersyukur kepada-Nya. Tidak pula akan bertambah tinggi kemuliaan-Nya karena seluruh penduduk bumi ini bersyukur kepada-Nya. Kemuliaan Allah SWT tidak bergantung kepada kita hamba-Nya yang lemah.

Begitu banyak nikmat yang telah kita terima dari Allah SWT. Negara ini telah mendapatkan nikmat lahan yang subur, kandungan sumber daya alam melimpah, dan masyarakat Muslim yang sangat banyak. Diri-diri kita telah mendapatkan nikmat hidup berkecukupan, anak-anak yang sehat dan cerdas, pasangan hidup yang beriman. Bukan itu saja, masih banyak nikmat-nikmat yang lain, yang jika kita mencoba menghitungnya, niscaya tidak akan mampu. Allah SWT berfirman, ”Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An Nahl [16]: 18).

Hisablah diri-diri kita dan perilaku masyarakat bangsa Indonesia tercinta ini. Apakah kita telah berperilaku layaknya orang-orang yang bersyukur? Apakah masyarakat bangsa ini telah berperilaku layaknya masyarakat yang bersyukur atas segala nikmat-nikmat Allah terhadap bangsanya? Jangan-jangan terlalu banyak keburukan yang kita lakukan secara individu maupun kolektif dan justru terlalu sedikit ungkapan syukur yang kita panjatkan kepada Allah SWT atas nikmat yang banyak ini.

Sumber=muallaf.com

error: Heloo gak bisa di copas keles hehe