Motivasi Hidup Sukses : Deva Mahenra, Tumbuh besar di Papua, Akhirnya bisa Menaklukan Ibu Kota

Motivasi Hidup Sukses Deva Mahenra, Tumbuh besar di Papua, Akhirnya bisa Menaklukan Ibu Kota
Motivasi Hidup Sukses Deva Mahenra, Tumbuh besar di Papua, Akhirnya bisa Menaklukan Ibu Kota

Pemuda ini kelahiran Makasar, Sulawesi Selatan. Blesteran ada arab-arabnya dikit hehe. Ketika berumur 3 bulan, Deva pindah ke Papua, tumbuh dan berkembang di sana sampai usia lulus SMA.

Kok bisa terdampar di Papua? Jadi gini, waktu itu kakeknya kerja di Freeport.. Setelah kakeknya pensiun dan kembali ke Makasar, si Deva ini udah terlanjur cinte ame Papua, akhirnya ya udah tinggal di Papua. Setelah lulus SMA, Deva melajutkan kuliah ke Bali, ambil jurusan Hukum.

 

Bagaimana kok akhirnya Deva Mahenra ini bisa jadi artis? Sewaktu kecil, Si Deva ini orangnya pemalas. Dalam artian di rumah tidak mau ngerjain apa-apa.

Melihat seperti itu orang tuanya “kesal”, dan selalu bilang, “Mau jadi apa kamu malas-malasan gitu, mau jadi artis? Mau jadi pemain film? Mau jadi pemain sinetron?”

Padahal Deva Mahenra ini orangnya pinter, sewaktu SD rangking 1, SMP ya 10 besarlah. Sewaktu SMA dia aktif berorganisasi di Paskibra.

Kata-kata atau sumpah orang tuanya itu justru malah membuat Deva “dendam” dan bertekad dalam hatinya, “oke saya mau jadi artis, lihat aja nanti!”. Tapi ngomongnya ini gak pakai teriak yak, cukup dalam hati aja #eaakkk.

Mungkin karena sumpah orang tuanya atau emang nasib, pas SMA Deva Mahenra ini ketemulah kesempatan untuk menjadi artis. Artinya ada sedikit jalan untuk menuju sana. Yaitu, pas ada audisi Indonesian Idol tahun 2007.

Sebagai catatan Pemenang Indonesian Idol 2007 ini adalah Rini Wulandari. Terus ada si Fandy yang sekarang jadi vokalis Kerispatih, dan Sarah vokalis barunya Band Coklat.

Singkat kata singkat cerita, dari 120 ribu pendaftar Idonesian Idol waktu itu, Deva ini “hanya” lolos ke 40 besar. Hm..prestasi yang membanggakan, mengingat waktu itu dia masih SMA dan mendaftrnya di papua. Mendaftar dari Papua, tapi ikut audisi di kampung halamannya (Makasar).

Tanpa ada ekspetasi apa-apa, Deva ini ya sekedar ikut-ikut saja. Bolak-balik audisi dari 120 ribuan peserta ke 40 besar, ternyata menyita banyak waktu sekolahnya, dan hampir saja mau di keluarin.

Setelah gagal Indonesian Idol, ya udeh kembali lagi ke bangku sekolah. Menurut Deva Mahenra, pengalaman selama audisi Indonesian Idol dan nasehat-nasehat para dewan juri telah membuat mindsetnya berubah. Mindset untuk lebih maju, mengembangkan potensi diri, dan berani mewujudkan impian-impian.

Ketika kuliah di Bali, Deva ini suka surving (bener gak ini nulisnya, surving apa surfing?), pokoknya ya itu deh, yang main di laut itu. Pas lagi surving ini ketemulah dia dengan seorang produsen film asal korea. Kebetulan emang pas si produser ini nyari orang yang bisa surving, dan kebetulan Deva ini mempunyai wajah ganteng.

Dari situlah, akhirnya Deva terbang ke jakarta untuk syuting film kerja sama produser Indonesa Korea. Singkat kata, kesuksesan di dunia hiburan menghampiri Deva. Bahkan sampai sekarang Deva eksis di sitkom Tetangga Masa Gitu.

Sumpah orang tuanya, mau jadi apa kau? Jadi artis?? Akhirnya terbukti 😀

Tips Sukses ala Deva: Janganlah terlalu terpaku dengan passion. Karea passion bisa berubah dan bergeser. Mumpung masih muda, baca banyak buku, lakukan semua hal yang kamu sukai dan jangan takut untuk mencoba hal baru selama itu tidak melanggar norma agama dan budaya.

Be Te We Deva Mahenra ini pembaca buku 7 keajaiban Rezeki. Buku ini telah banyak mengubah cara berpikir dan jalan hidupnya. Terutama menjaga silaturahmi dengan orang tua.

Dan sekarang buku ini telah ada dalam bentuk digital, yaitu DVD 7 Keajaiban Rezeki. Menonton DVD beda sama membaca. Menonton DVD sama seperti hadir di seminar dan bisa diputar berulang-ulang.

DVD ini satu paket dengan DVD 100 Juta pertama. Apa itu 100 juta pertama? Yaitu seminar Ippho Santosa (Penulis 7 Keajaiban Rezeki) yang telah mengubah hidup ratusan ribu orang.

Minat? Silahkan beri komentar hehe…

error: Heloo gak bisa di copas keles hehe
%d blogger menyukai ini: