Pasar tradisional ala swiss

Konsep pasar di setiap Negara pasti berbeda. Eropa adalah salah satu benua yang boleh bangga dengan konsep pasar tradisionalnya yang tertib, bersih, dan menarik untuk dikunjungi para wisatawan domestic ataupun asing.

Swiss contohnya. Ketegasan pemerintah dalam mengatur para pedagang membuat mereka berpikir seribu kali untuk melanggar aturan.

Selain itu system pendaftaran dan pembayaran lapak berjualan juga dilakukan dengan birokrasi yang tidak rumit. Pedagang cukup mendaftar melalui situs pemerintah kota yang mengurusi masalah pasar.

Biaya yang dikenakan pun tidak terlalu mahal, sekitar 20 Swiss Franc atau sekitar Rp 200.000,00 per hari per sekali buka lapak. Harga itu berlaku di daerah tertentu dan telah dipertimbangkan oleh ekonom setempat.

Titik-titik lapak berjualan pun diatur agar tidak terlihat menumpuk dan berantakan. Untuk makanan dan minuman, lokasi lapak diarahkan di dekat kantor pemerintahan atau swasta. Pasar yang menjual keutuhan pokok sehari-hari dipusatkan di dekat pusat perbelanjaan sehingga mudah di jangkau warga.

Menariknya pasar tradisional tersebut tidak diadakan setiap hari, tapi hanya rabu dan jumat, pada minggu pertama dan ketiga setiap bulannya.

Para calon pedagang diwajibkan mendaftar seminggu sebelum berjualan atau tepatnya pada selasa. Para pedagang pasar ini kebanyakan datang dari desa dengan membawa hasil tani atau ternak dengan kendaraan.

Lebih kurang seperti itulah hasil intipan seorang teman saya tentang konsep pasar tradisioanal di Swiss, khususnya Kota Basel, tempat teman saya tinggal.

Oleh: Dewips/Kompasiana.

Info Ringan:
Berapa cangkir kopi yang boleh kita minum?
Pilah – pilih “Penghuni” yang Tepat
Balap Mobil Pertama
Dinding-dinding Penyimpan Kenangan
Korek Api Praktis Pertama

error: Heloo gak bisa di copas keles hehe