Pengorbanan Istri yang Tidak Dihargai Suami.

Weits judulnya serem amat mblo. Sebenarnya bukan “tidak dihargai” ya, tapi kurang disadari bagi para kaum suami.

Kebanyakan suami mikirnya kan begini : Istri di rumah aja, gak kerja, yang dibayangin melakukan yang enak-enak. Kebanyakan lho ya, bukan berarti semua suami. Mudah-mudahan kamu bukan suami type seeprti itu hehe.

Wanita adalah karunia terindah yang ada dan penting di dunia, tapi banyak perjuangan dan pengorbanan wanita tidak di ketahui Pria atau para suami.

Berikut saya postingkan pengamatan dari bebagai sudut. Ini hanya gambaran umum ya, karena beda rumah tangga tentu beda situasi dan kondisi.

Baca juga Contoh Kisah Pengorbanan Seorang Istri di Rumah.

1.Ketika suami menikah lagi dan perempuan berusaha menerima (karena alasan ekonomi atau agama atau alasan apapun), ia akan duduk sendiri di setiap malam dalam gelap kamar saat suaminya tengah mendekap mesra seorang perempuan lain di ranjang lain. Ia akan (mungkin) menangis karena terluka, tapi demi anak-anak ia akan berusaha menerimanya dengan sabar.

2.Sebagai istri ia siap mengorbankan impian-impiannya demi mengurus suami (yang kadang bersifat kekanak-kanakan dan minta diurus) dan anak-anak yang bandel.

3.Ketika suami mencela masakannya, ia akan bersusah payah belajar masak dari siapapun untuk bisa menghidangkan makanan dengan rasa terbaik pada suami dan anak-anaknya.

4. Ia bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Jam kerjanya tak berbatas, ia bangun ketika siapapun di rumah belum bangun, mulai bekerja, memasak, membersihkan rumah, mencuci pakaian, lalu mengurus suami sebelum pergi kerja, mengurus anak-anak berangkat sekolah, ketika pakaian kering di jemuran ia akan mengangkatnya dan menyetrika dengan rapi.

5. Kemudian setelah begitu capek mengurus rumah tangga, malam giliran memenuhi ini itu suaminya. Mulianya seorang istri adalah: tukang masak, tukang cuci, cleaning service dan wanita penghibur digabung jadi satu.

6. Ketika suaminya menginginkan punya anak 4, 5, 6 atau 9 orang, ia sebagai istri harus siap menderita mengandung anak dan bertarung nyawa melahirkannya. Suami kadang gak terlalu paham penderitaan macam begini karena mereka tidak mengalaminya.

7. Meski laki-laki tak paham benar, tapi ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala Maha Mengerti karena itulah ia memberi reward pada pengorbanan perempuan. Bagi yang meninggal karena melahirkan anak, ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala langsung memberinya surga. Bagi istri yang setia bekerja mengurus rumah tangganya, dengan sabar dan ikhlas, maka silahkanlah ia masuk surga dari pintu mana saja ia suka.

Baca juga Cara Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Islam.

Talking-talking Mengapa suami sering menumpahkan kemarahan kepada istri?

Suami sering marah tanpa sebab. Apapun yang istri katakan, apapun yang istri lakukan selalu terlihat salah di mata suami? Apakah itu dibenarkan meskipun alasannya suami sedang banyak masalah? Mengapa suami masih bisa menahan emosi pada orang lain, tetapi tidak kepada istri? Padahal seharusnya istri adalah orang yang harus dijaga perasaannya, karena dia orang terdekat.

Saya kasih jawaban untuk gambaran umumnya saja.

Karena kamu adalah milik suamimu. Itulah sebabnya Ayah gampang saja marah kepada anaknya, ya karena anak itu milik orang tuanya.

Karena udah merasa miliknya, gampang aja melampiaskan kesal, marah, dan emosi. Coba kalau masih pacaran? Gak bakalan berani marah-marah, marah paling dikit. Kenapa? Karena sadar bahwa kamu belum jadi miliknya. Kalau belum jadi milik, gampang aja kan kamu bilang putus. Yes, ngapain berhubungan dengan orang yang suka marah-marah.

Kalau udah jadi istri? Apa gampang bilang cerai? Pasti akan berpikir panjang. Iya kan? Makanya suami marah-marah dan kesal sama istri dan anak-anak dianggap biasa, karena mereka adalah miliknya.

Bagi suamimu, kamu adalah orang terdekatnya. makanya dia bisa menjadi dirinya sendiri dan tidak jaga image seperti di depan orang lain.

Itulah kenapa, walaupun salah, dia jadi melihat kamu sebagai sasaran. Mungkin karena dia tidak bisa menyelesaikan masalahnya langsung atau dia tidak bisa marah ke orang yang bersangkutan.

Kamu mengakui dia sedang ada banyak masalah, maklumilah sikapnya yang sedang meledak-ledak, mungkin dia sedang panik atau dia sedang pusing dan gampang terpancing, dia marah bukan berarti dia tidak sayang kamu atau kamu buruk buat dia, tapi memang dia sedang tidak bisa berpikir jernih.

Bayangkan seperti ini…

Seandainya suami tipe frontal dan tidak bisa menjaga sikap ketika ada masalah, dia memaki semua orang, tapi dia mesra denganmu, bukankah itu malah membuatmu tambah pusing ?

saranku,

Ketika suami sedang kesal tanpa alasan yang jelas, minta maaf saja dan mengalah. Kamu pasti bisa melihat dia kalau sedang bad mood atau tidak.

Kalau bad mood, hindari melakukan kesalahan. Manjakan dan berikan perhatian sepenuhnya, kalau dia menolak, mundur untuk sementara, jangan memaksakan diri atau menanyakan dia kenapa.

Sekesal apa pun orang, biasanya akan segar setelah tidur nyenyak. Jadi, bangunkan dia semanis mungkin, selembut mungkin, jika kamu lihat moodnya sedang baik, curhat saja kalau kemarin kamu tahu dia sepertinya sedang suntuk, tanyakan saja kenapa.

Dalam keadaan tenang, dia akan lebih mudah mengakui masalahnya dan jauh lebih tenang setelah menceritakannya ke kamu daripada waktu dia sedang emosi, dia juga bisa lebih menerima pendapatmu dan menghargai dukunganmu.

 

error: Heloo gak bisa di copas keles hehe
%d blogger menyukai ini: