Penyebab Penyakit

Penyebab Penyakit

3. Ada saluran lendir, cairan tubuh yang tersumbat.

Saluran lendir ini terdapat diantara permukaan tulang dengan daging, diantara lipatan otot atau serat daging, antara daging dengan kulit. Jika saluran lendir, cairan yang tersumbat akan menyebabkan terjadi benjolan berupa kista.

Cairan tersebut lama-lama bisa membusuk jika infeksi dan tentu virus atau bakteri akan mudah berkembang biak dapat menyebar lewat sistem saraf dan aliran darah, hingga bisa sampai ke otak. Bisa dibayangkan, pasti akan ada organ tubuh lainnya yang terganggu fungsinya. Otak kita ini berungsi sebagai saraf sentral ibaratkan Central Processing Unit pada komputer dan tentu canggih sekali.

4. Pikiran, Qalbu, dan Nafsu yang tidak seimbang.

Jaga Pikiran, Qalbu dan Nafsu

Semua penyakit awalnya diakbatkan oleh dosa

Pikiran yang tersimpan di otak kita jika terganggu karena overload, akan mengacaukan sistem di tubuh kita. Bisa sistem perut yang terganggu sehingga sering mual, muntah, buang-buang air, susah buang angin.

Qalbu yang terganggu misalnya dendam yang membara, rasa iri dan dengki akan mengganggu pikiran yang selanjutnya mengganggu sistem saraf terutama sistem liver. Kalau saraf liver sudah terganggu bisa menyebabkan sakit perut atau mengganggu sistem pencernaan, bahkan menyebabkan liver tersebut bengkak dan mengerut.

Pengertian Qalbu kebanyakan menuju menuju kepada hati/liver. Padahal, dalam bahasa inggris disebut Heart atau jantung. Mungkin yang tepat adalah Jantung Hati , yang merupakan satu kesatuan yang disebut Qalbu. Nafsu yang tidak terkendali juga menyebabkan penyakit yang mengacaukan sistem saraf karena dapat mengalahkan pertimbangan rasional.

Menyalurkan nafsu syahwat sembarangan dapat mendatangkan penyakit. Perasaan berdosa pun akan mengacaukan sitem saraf. Makin besar dosa, diyakini akan menyebabkan kerusakan saraf yang semakin hebat. Jadi, dosa akan menyebabkan kerusakan organ tubuh kita walau secara tidak langsung.

Dosa yang tidak terampuni mengakibatkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Oleh Allah dikategorikan Khalidiina fihaa abada (kekal selamanya). Mungkin itulah sebabnya dosa musyrik (meenyekutukan Allah) tidak diampuni jika telah merusak saraf di tubuh kita, dan celakanya akan menurun ke keturunan/anak kita, yang berarti kita telah menyebabkan kerusakan pada generasi penerus kita.

Pantas, anak yang soleh diminta untuk berdoa supaya orang tuanya diampuni, dan pantaslah jika pengaruh pendidikan orangtua kepad anaknya sangat menentukan masa depan anak/generasi penerus. Telah nyata bagi kita mengenai contoh manusia yang seimbang antara pikiran, qalbu, dan nafsu yaitu Nabi Muhammad.

5. Bawaan atau Turunan.

Struktur saraf, dan organ tubuh diyakini dapat menurun kepada anak kita. Jika kedua orangtua mengalami talasemia minor dapat menghasilkan anak yang mengidap talasemia mayor. Pantas, Allah melarang kita untuk menikah dengan yang ada hubungan keluarga, bahkan dengan anak ibu yang menyusuinya, walaupun bukan ibu kandung. Karena anak merupakan belahan jiwa kita maka sudah jelas bahwa struktur saraf dan organ tubuh akan meng-copy orangtuanya. Dari sini anak akan mewarisi model saraf atau organ tubuh yang kurang fungsional yang dapat menyebabkan sakit asma akibat saraf pada sitem paru-paru kurang fungsioanl, begitu juga dengan penyakit diabetes.

Kalau ditelusuri makin dalam, ujung-ujungnya semua penyakit mulanya diakibatkan oleh dosa, karena kita salah jalan dari yang diluruskan , sebagaimana yang kita ikrarkan ketika shalat sebanyak 17 rakaat sehari dan minimal 5 kali sehari dalam menyatakn misi hidup yang hanya Lillahi Ta’ala yakni hanya untuk menggapai ridho Allah. (QS Annam:162,163)