Perawatan Rambut

perawatan rambut saat hamil

merawat rambut saat hamil

Selama kehamilan, mungkin Tante akan menemukan perubahan pada rambut akibat perubahan hormon kehamilan. Rambut Tante bisa saja menjadi semakin baik dan lebih subur. Namun, mungkin pula cenderung patah-patah atau rontok. Perubahan apa pun yang terjadi, perwatan untuk menjaga agar rambut tetap sehat dan indah tetap penting diperhatikan. Untuk merawatnya dengan benar, Tante perlu mengerti jenis rambut Tante lebih dahulu.

Rambut Kering

Jenis ini cenderung kusam dan tidak bercahaya. Ya, iyalah namanya juga kering pasti tidak bercahaya :razz:. Seringkali tipis dan ujungnya terbelah. Penyebab rambut kering mungkin secara alami akibat sedikitnya jumlah kelenjar minyak di kulit kepala. Namun, ada pula kaena perawatan yang salah atau buruk. Misal, Pengeritingan rambut, rol rambut yang dipanaskan, pengeringan yang tidak benar, paparan sinar matahari yang belebihan, serta pola makan yang salah.

Jika Tante cenderung kekurangan darah dan zat besi, maka rambut akan menjadi sukar diatur, tipis, rapuh, dan tidak bercahaya. Pemasukan zat besi yang cukup selama kehamilan, ternyata dapat membantu memperbaiki masalah rambut kering. Mineral seng dan mineral dapat membuat rambut tetap bercahaya. Zat gizi yang paling penting dari semua ini adalah kelompok vitamin B kompleks. Kurangnya vitamin ini dapat menyebabkan ketombe, rambut kusam/tidak bercahaya, bahkan timbulnya uban yang berlebihan.

Perawatan Rambut Kering

Gunakan shampo khusus untuk rambut kering serta conditioning. Sekali dalam tiga minggu rawatlah rambut dengan creambath.

Perawatan dengan minyak sekali-kali akan mempertahankan kelembapan rambut dan melapisi selaput rambut. Untuk itu campurkan kira-kira 50 ml minyak zaitun dengan 50 ml air panas, dan pijatkanlah pelan-pelan ke rambut. Bungkuslah kepala dengan handuk panas/hangat. Biarkan selama 15-20 menit dan cucilah dengan air hangat sampai benar-benar bersih. Shampo yang paling baik untuk jenis rambut kering adalah yang mengandung balsam atau silikon.

Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, jangan gunakan rol rambut yang dihangatkan atau jepitan pengering. Selain itu, aturlah jarak yang aman antara pengering rambut(hair dryer) dengan rambut Tante jika Tante mengeringkan rambut. Jika berada di bawah sinar matahari, lindungi rambut Tante dengan payung atau topi/kerudung.

Rambut Berminyak

Rambut jenis ini biasanya kelihatan bagus sehabis dikeramas. Namun, pada hari kedua atau ketiga sudah terlihat dan terasa berminyak.

Selama kehamilan, perubahan-perubahan karena hormon kehamilan dapat menyebabkan rambut jadi lebih berminyak untuk sementara waktu. Hal ini karena adanya kelenjar-kelenjar minyak yang besar atau berlebihan jumlahnya. Tak jarang hal ini juga berhubungan dengan pola makan yang buruk. Yaitu terlalu banyak lemak serta makanan yang diproses secara berlebihan. Dengan mengurangi makanan yang mengandung lemak jenuh, gula, serta makanan yang terlalu banyak proses, keadaan rambut berminyak dapat dikurangi.

Perawatan Rambut Berminyak

Cucilah ambut seseing mungkin. Bisa dua hari sekali, bahkan mungkin setiap hari jika Tante mau.
Pergunakan shampo yang lembut dan cocok untuk rambut berminyak. Pijatkan dengan lembut shampo ke kulit kepala, lalu bilaslah dengan bersih. Shampo jeruk sangat efektif karena menghilangkan kelebihan minyak dan membuat ambut bercahaya.

Jangan gunakan conditioner yang mengandung minyak, karena akan membuat rambut lemas dan tipis. Conditioner yang bebas minyak akan membuat rambut lebih mekar dan terasa lembut seperti sutera. Tante dapat menambahkan air jeruk nipis pada air pembilas untuk membantu menutup pori-pori dan mengontrol rambut yang berminyak.

Pijatan di kulit kepala juga dapat membantu memperbaiki keadaan rambut yang terlalu berminyak. Selain merangsang lancarnya peredaran darah yang lamban. Dengan beitu kulit kepala dapat memperoleh zat asam dan zat-zat giza dalam jumlah yang cukup. Sikatlah rambut Tante sesering mungkin untuk membagi rata minyak dan membuat rambut bersinar.

Rambut Rontok

Hal ini disebabkan oleh progesteron dalam ari-ari janin. Kerontokan ini terus berlanjut dan baru tumbuh kembali setelah bayi Tante lahir. Tapi setelah tumbuh, kemungkinan bisa tampak lebih tebal dibandingkan keadaan sebelumnya.

Selain itu stress pada saat kehamilan kadang-kadang menyebabkan sebagian kecil folikel rambut beristirahat beberapa lama. Ketika rambut yang baru mulai tumbuh dan meendorong rambut lama keluar. Tante dapat melihat hal sebagai kerontokan yang berlebihan.

Kadar mineral senga yang rendah setelah melahirakn juga sering dikaitkan dengan rontoknya rambut. Hal ini akan pulih ketika pola makan Tante perbaiki.

Rambut Ujung Terbelah

Jika rambut Tante menjadi sangat kering, mungkin akan terlihat banyak ujungnya yang terbelah. Cara terbaik untuk mengatasinya adalah memotongnya, dan merawat rambut dengan conditioner. Rawatlah rambut Tante seperti merawat rambut kering. Untuk mencegah terbelahnya ujung rambut, gunakan sikat rambut yang terbuat dari bulu. Lindungi rambut dari matahari, hindari pengeritingan serta pewarnaan yang terlalu keras.

Pengeritingan rambut kalau Tantee terbiasa mengeriting rambut, disarankan untuk tidak melakukannya dulu selama hamil, mengingat hormon-hormon tubuh tidak tentu keadaannya. Sulit mengetahui bagaimana reaksi rambut pada proses pengeritingan itu. Mungkin rambut akan rontok, sangat keriting, atau bereaksi sama sekali. Sekalipun tidak tertutup kemungkinan pengeritingan itu akan berhasil dengan baik. Sebaga gantinya, Tante dapat mencoba memotong dengan gaya rambut berlapis. Setelah tiga hingga enam bulan kelahiran bayi Tante, hormon-hormon tubuh Tante mulai normal kembali. Nah, saat-saat seperti ini Tante dapat mengeriting rambut kemabli. Selamat mencoba 😛