Prinsip Prinsip Aqidah Syahadat Tauhid

Ada tiga prinsip aqidah syahadat tauhid (prinsip syahadatain)

a. Pernyataan Laa ilaha illallah merupakan penerimaan penghambaan atau ibadah kepada Allah saja. Melaksanakan minhajillah (way of life yang ditetapkan Allah) merupakan ibadah kepada-Nya.

Tiada Tuhan selain Allah. Hanya ada satu sesembahan yang sangat amat layak disembah yaitu hanya Allah. Tuhan belum tentu Allah, tapi kalau Allah udah pasti Tuhan.

b. Menyebut Muhammad Rasulullah merupakan dasar penerimaan cara penghambaan itu dari Muhammad saw. Dan Rasulullah adalah tauladan dalam mengikuti Manhaj Allah.

c. Penghambaan kepada Allah meliputi seluruh aspek kehidupan. Ia mengatur hubungan manusia dengan Allah, dengan dirinya sendiri, dan dengan masyarakatnya.

Jadi gak bener juga hidup hanya ibadaaaaaaaaahhh mulu, di masjid mulu, dzikir mulu. Harus balance. Saatnya kerja ya kerja, saatnya sholat ya sholat, saatnya nuntut ilmu ya nuntut ilmu.

Allah gak nyuruh manusia sholat 24 jam full, gak nyuruh di masjid aja 24 jam full. Mencari rezeki, menuntut ilmu, silaturahmi itu juga bagian dari ibadah. Asal niatnya karena Allah.

Makna Laa ilaha illa Allah adalah penghambaan kepada Allah [QS. Al-Anbiya’ (21): 25], dan Rasul diutus dengan membawa ajaran tauhid.

“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.” [QS. Al-Baqarah (2): 21].

 

%d blogger menyukai ini: