Rombongan Angsa

Oliver Wendell Holmes pada suatu hari hadir di sebuah seminar di mana dia menjadi orang paling pendek diantara semua yang hadir.
“Doctor Holmes,”celutuk seorang temannya,”Aku takut Anda merasa kecil di antara kami orang-orang besar.”
“Justru sebaliknya,” bantah Holmes,”Di sini saya merasa seperti sekeping uang sepuluh sen di antara kepingan-kepingan satu sen.”

======================================================================================================================
gbr_angsa4
Kemarin aku melihat serombongan besar angsa terbang berbondong-bondong menuju selatan, menambah indahnya panaroma saat matahari terbenam dengan warna langit yang khas selama beberapa waktu. Aku menyaksikan semua itu sambil bersandar pada tembok sebuah bangunan kuno, juga sempat aku menyaksikan orang-orang dengan bergegas berbelanja keperluan Idhul Adha di sepanjang jalan menuju pasar semi modern. Ketika menurunkan tatapanku, aku melihat seorang wanita peminta-minta, berdiri tidak begitu jauh dariku, juga sedang mengamati angsa-angsa itu.

Pandangan kami bertemu lalu kami saling melempar senyum. Diam-diam mengakui bahwa telah menikmati sebuah pemandangan luar biasa, simbol misteri kerasnya perjuangan untuk bertahan hidup. Aku secara tidak sengaja mendengar wanita itu berkata kepada diri sendiri sambil melangkah pergi. Kata-tanya yang berbunyi,” Tuhan sedang mengujiku,” bagiku sangat mengejutkan.

Apakah wanita, yang tersisihkan di antara sekian banyak orang yang lebih beruntung, hanya bergurau? Tidak. Aku percaya bahwa pemandangan lewatnya rombongan angsa itu, meski hanya sekejap, telah membuyarkan kerasnya realitas dalam perjuangan hidupnya sendiri. Belakangan aku baru sadar bahwa saat-saat seperti inilah yang membuatnya mampu bertahan. Inilah caranya bertahan dalam ganasnya kehidupan di jalanan. Senyumnya tidak dibuat-buat.

Pemandangan lewatnya rombongan angsa itu merupakan hadiah Idhul Adha baginya. Itu bukti bahwa Tuhan masih ada. Hanya itu yang dibutuhkannya. Aku iri kepadanya.

Yang Lain:
Pidato Nelson Mandela
Hadiah Terbesar…..
Pandangan Pertama: Buku Membentuk Otakku