Sabar dan Tawakal Menunggu Jodoh Menurut Islam

Sabar menunggu jodoh bukan berarti tidak mau berusaha. Bukan berarti di kamar mulu nunggu ada yang melamar.

Sabar juga bukan berarti selalu menolak calon yang ada. Ah, kalau Jodoh di tangan Tuhan, ngapain capek-capek ta’aruf sama si A si B

Sabar juga bukan berarti tidak mau memperbaiki diri. Baik dari segi spiritual maupun fisik.

Mentang mentang sabar terus tidak mau berdoa, sholat bolong-bolong, gak mau sedekah, gak mau hadir di majelis ilmu.

Mentang-mentang sabar terus tampilan acak-acakan, jorok, kemproh, gak mau tampil rapi. Ah, kalau udah jodoh mah mau terima apa adanya keles. Gak perlu berlebihan.

Baca juga Terapi Mendapatkan Jodoh

Seseorang yang belum juga menemukan jodohnya, hendaknya tidak serta merta berputus asa. Sebab sebagaimana kehidupan itu sendiri, jodoh adalah benar-benar sesuatu yang menjadi urusan Allah.

Keyakinan bahwa janji Allah adalah pasti, mutlak terpatri di hati para muslimah. Maka, ketika hati merasa resah, perlu kiranya mengingat-ingat firman Allah Subhanahu Wa Ta’aala :

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar-Rum : 21)

Bahwa manusia diciptakan berpasang-pasangan adalah kekuasaan Allah. Maka, yang perlu diperkuat adalah keyakinan kepada Allah. Bahwa jodoh setiap insan insya Allah pasti ada. Siapa dia, ada di mana, dan kapan akan datang?

Adalah rahasia Allah yang hanya Allah saja yang tahu. Satu keyakinan, bahwa Allah hanya akan mengirimkan orang yang tepat pada saat yang tepat dalam pandangan Allah.

Tawakal yang dapat berbuah manis hanyalah tawakal yang dapat melahirkan ikhtiar yang sungguh-sungguh dalam menemukan pendamping hidup.

Bukanlah dikatakan tawakal orang yang hanya diam terpaku menanti jodoh yang akan tiba-tiba datang.

Akan tetapi, tawakal ialah sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw, “Ikatlah dahulu untamu, baru kamu bertawakal,” kepada seorang sahabat yang bergegas masuk masjid dengan meninggalkan untanya dalam keadaan tidak diikat dengan alasan bertawakal kepada Allah.

Begitulah tawakal. Penyerahan urusan secara total kepada Sang Pemilik Segala Urusan tanpa meninggalkan ikhtiar dengan sungguh-sungguh sesuai apa yang telah disyariatkan.

Mencintai seseorang berarti menjadikannya bagian dari dirimu. Itu sebabnya akan terasa sakit saat kehilangannya.

Dalam hidup, kamu mungkin mencintai orang yang salah dan menangis karenanya,namun yang pasti, tatkala kita sisihkan ruang hati untuk mengambil hikmahnya,sesungguhnya dari pengalaman bersama mereka membantumu untuk menemukan seseorang yang tepat.

Maka berserah diri dan sandarkan hati hanya kepada Allah pemilik kehidupan agar damai bersemayam dan menghembuskan kesejukan ke berbagai penjuru rasa..

Yakinlah,di sisi manapun pasangan hidupmu saat ini berada,bila ia adalah jodohmu, maka Allah akan mempertemukanmu dengannya, jangan gusar, jangan resah berdo’a saja mohon kepada-Nya..

Tatkala dirimu telah dipertemukan dengan belahan jiwa untuk menjadi kekasih halalmu,jangan lupa bersyukurlah dan luruhkan hati dalam sebaris do’a agar cinta yang ada berkekalan hingga ke akhir kehidupan dan dipertemukan kembali di Jannah-Nya…

Ya Allah…Ya Rabb, semaikanlah cinta di hati kami hanya untuk pasangan yang Engkau ridhai, jadikanlah rumah tangga kami sakinah, mawadah, warahmah, jauh dari segala fitnah, godaan dan gangguan,naungi dari dusta dan kecurangan, semoga senantiasa bersama tak hanya dalam indahnya dunia, namun juga dalam kedamaian syurga-Mu, Aamiin

 

Silahkan Berpendapat Gaes..