Sejarah Singkat Perbedaan Penanggalan Masehi dan Hijriyah.

Telah kita ketahui bahwa kalender Masehi tidak berasal dari kultur budaya maupun agama yang ada di Indonesia, tapi berasal dari Kerajaan Romawi kuno yang di dalam kalender tersebut banyak sekali dijumpai beberapa “keanehan”.

Kalender Masehi berasal dari kalender Romawi, yang kemudian diambil oleh orang Kristen (disebut juga orang Masehi).

Karena berasal dari kalender Romawi, maka nama-nama bulan dan hari dalam kalender ini diambil dari nama dewa-dewa Romawi serta angka-angka dalam bahasa Romawi, yaitu : Martius (dewa Mars), Aprilis (dewa Aperire), Maius (dewa Maia), Junius (dewa Juno), Quintilis (bulan ke 5), Sextilis (bulanke 6), September (bulan ke 7), Oktober (bulan ke 8), November (bulan ke 9), Desember (bulan ke 10), Januarius (dewa Janus), dan Februarius (dewa Februus).

Adapun nama-nama hari adalah Sunday (matahari), Monday (bulan), Tuesday (Tioe, anak dewa Wodan), Wednesday (dewa Wodan), Thursday (dewa Donar, anak dewa Wodan), Friday (Frigga, istri dewa Wodan), dan Saturday (Saturnus).

Hebat sekali dewa Wodan tuh, semua anak anaknya juga istrinya diabadikan dalam nama nama hari yang harus selalu kita ingat.

Bentuk dewa Wodan aja kita gak ngerti seperti apa. Tapi keluarga mereka diabadikan nama-nama hari oleh orang barat. Khususnya yang berbahasa Inggris. Kalau Nama hari-hari di indonesia gak pakai keluarga si Wodan ini. Alhamdulillah ya nama-nama hari di Indonesia memakai serapan dari bahasa arab, kecuali hari minggu. Entah dari mana kok bisa hari minggu, harusnya kan Ahad.

Apa yang aneh dari kalender Masehi?

Sesuai dengan arti katanya, bulan Desember adalah bulan ke 10, demikian juga nama-nama bulan lainnya yang berarti angka (September, Oktober, November).

Tapi kenyataannya, Desember sekarang adalah bulan ke 12,  Bulan terakhir di kalender  Masehi. Kok iso, piye ceritane ndan?

Rupanya, kalender Masehi ini mengubah bulan pada awal tahun, yang semula bulan pertama adalah bulan Maret menjadi bulan Januari. Jadi jelaskan tidak ada hubungannya dengan kelahiran yesus kristus pada penanggalan Masehi. Jadi Jesus lahir bulan ke- 10 apa bulan ke-12 di penganggalan Masehi?

Lalu, ada dua nama bulan yang diganti, yaitu bulan Quintilis (bulan ke 5) dan Sextilis (bulan ke 6).

Kocap kacarito, Bumi gonjang ganjing langit kelap-kelap. Julius Caesar minta kepada Senat Romawi agar namanya diabadikan sebagai nama bulan dengan jumlah 31 hari.

Julius Caesar diabadikan namanya dalam Nama Bulan di kalender masehi dengan nama Juli. Kenapa gak Bulan Caes ya? Atau Esar. Hehe, diambil dari nama belakang Caesar.

Nah, kenapa bulan 5 (Sextilis) berubah menjadi Nama Juni, mimin belum nemu ceritanya. Mungkin ribet ngucapinnya, jadinya ya udah lah Juni aja. HEHE.

Maka jadilah sesudah bulan Juni adalah bulan Juli. Kemenakannya, Augustus tak mau ketinggalan, memakai namanya sebagai nama bulan juga, dengan jumlah 31 hari juga.

Akibatnya, jika pada bulan-bulan yang lain jumlah hari dalam satu bulan berselang-seling antara 30 dan 31 hari, Juli dan Agustus sama-sama berjumlah 31 hari.

Weleh..weleh… paman dan keponakan tak mau ketinggalan. Yang saya heran kenapa nama istri, anak-anak nya Julius Caesar gak pengen djadikan nama bulan ya? Atau sekalian nama pak RT jaman itu sekalian dijadikan nama bulan gitu. Yang ada bulan gak Cuma ada 12, tapi ada sekampung.

SISTEM PENANGGALAN KALENDER HIJRIYAH.

Kalender Hijriyah dimulai dari tahun pada saat Rasulullah Muhammad SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah.

Berdasarkan perhitungan, tanggal 1 Muharram 1 H adalah hari Jum’at, 16 Juli 622 M. Jika hari pada kalender Masehi dimulai pada tengah malam, maka hari pada kalender Hijriyah dimulai pada saat matahari tenggelam (sunset).

Kalender Hijriyah dipakai oleh umat Islam untuk melaksanakan tanggal-tanggal pelaksanaan ibadah, seperti puasa, haji, dan sebagainya.

Pemakaian kalender dengan sistem perputaran bulan ini berdasarkan beberapa ayat dalam Al Qur’an, antara lain Surah Bara-ah ayat 9 : Inna ‘iddatasy syuhuri ‘indallahits na ‘asyara syahran fi kitabillahi yauma khalaqas samawati wal ardla minha arba’atun hurum. (Sungguh, jumlah bulan di sisi Allah adalah dua belas di dalam kitab Allah pada hari Dia menciptakan langit dan bumi. Empat di antaranya bulan suci).

Juga Surah Yunus ayat 5 : Huwal ladzi ja’alasy syamsa dliya-an wal qamara nuran, li ta’lamu ‘adads sinina wal hisab (Allah yang menciptakan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan menetapkan fasa-fasa bulan supaya kamu mengetahui jumlah tahun dan perhitungan waktu).

Itulah sekilas bedanya Penanggalan Masehi dan Hijriyah. Kita ni sebagai umat islam lebih familira dengan nama-nama dewa daripada nama-nama Bulan Hijiriyah. Why?

(Sumber : Wkipedia, bahan kuliah “Kapita Selekta Agama Islam” oleh Ir. Basit Wachid) dengan edit sana sini.

 

error: Heloo gak bisa di copas keles hehe
%d blogger menyukai ini: