Sejauh Apa Islam Memperbolehkan se-kufu dan se-firqoh?

Sejauh apa islam memperbolehkan sekufu DAN sefirqohTANYA JAWAB KOPDAR BASECAMP TA’ARUF

Periode : Bulan Mei 2016

Tanya : Sejauh apa islam memperbolehkan sekufu?

Jawab : kafa’ah atau kufu (derajat/kesamaan) adalah hak dari pihak wali si wanita untuk menilai kepantasan si calon. Kufu yg dianjurkan adalah kufu dalam kwalitas agama.

Misal ketika ada yang melamar namun kwalitas agamanya di bawah si wanita, maka si wali berhak untuk menolak calon tersebut.

Misalnya si wanita hafal 30 juz Alquran tp si lelaki hanya hafal 1 juz, maka tidak mengapa untuk menolak lelaki yg datang tersebut. Apalagi jika yg datang sama sekali dinilai kurang baik agamanya!

Sedangkan kufu di dlm hal lain, semisal pendidikan si lelaki di bawah si wanita, atw status sosial di bawah wanita tsb.. Itu hanya sebagai point pertimbangan dalam masalah kufu, namun bukan yg utama.
=====

Ada sebagian laki-laki atau perempuan merasa minder atau tidak sekufu baik dari segi pendidikan atau agama, bagamanakah sikap wanita atau laki-laki jika ini terjadi?

Kufu adalah penilaian dari pihak perempuan (wali) thd si lelaki yg akan menjadi calon suami. Dan tidak bisa dibalik.

Jika wanita dibawah lelaki misal dalam kwalitas agamanya silelaki itu lebih tinggi. Malah ini bagus karena laki-laki adalah pemimpin bagi wanita (arrijalu qowamuna alannisa). Jd hal spt ini malah yg sangat diharapkan.

Namun jika si lelaki dibawah si wanita dalam hal kwalitasnya, maka hal yg perlu diusahakan jika memang berniat meraih wanita tsb adalah memantaskan diri kita agar paling tidak sejajar.

Tp sekali lagi kekufuan ini hanya dihukumi boleh. Artinya jika suka sama suka dan orang tua tdk mempermasalahkan mengenai kekufuan. Itu sangat baik dan termasuk memudahkan pernikahan.

Tapi kalau perempuannya minder gimana?

Minder dlm hal laki2 kwalitas agamanya lebih baik. Jika laki2 tsb melamar lalu si wanita menolak dg alasan agamanya. Termasuknya berdosa. Krn menolak krn agama..

Rasulullah bersabda, apabila ada laki2 yang baik agamanya datang kepadamu dan engkau ridho thd agamanya maka terima. Jika tidak maka akan terjadi kerusakan…

Kurang lebih demikian, ada larangan menolak lamaran krn alasan agama si lelaki yg baik.
Tp jika misal si wanita tahu agamanya bagus. Tapi dia kurang sreg dengan laki2 tersebut.

Maka ia boleh menolak laki2 tsb. Menolaknya bukan krn agama yg dibawa laki2 tsb namun penolakannya karena ke tidak sregan secara naluri kemanusiaan (ihtiyatun nafs)
===
Tanya : bagaimana seandainya pernikahan namun berbeda firqoh?

Jawab : Pada dasarnya selama islam menikah dengan islam maka tidak haram pernikahan tersebut, yang jadi masalah ketika pernikahn berbeda fahm keagamaan.

Hal ini mujawib menganjurkan agar lebih utama seorang istri lebih taat kpd suami daripada mengedepankan ego-ego kefirqohan yang nantinya dapat menimbulkan mudhorot lebih besar terhadap pernikahan. Namun tanpa meninggalkan mazhab keagamaan yg dia pegang.

Kita berikan permisalan. Misal suami adalah seorang dari kalangan hambali sedang istrinya dari kalangan syafii. Jika suami yg ketika sewaktu-waktu mengimami istrinya shalat subuh maka istrinya yg notabene seorang syafii mesti sesuai urutan shalatnya sang imam yakni tanpa kunut.

Dan setelah shalat dapat melakukan sujud sahwi sebagaimana aturan dari mazhab syafii ketika tidak/terlupa melakukan qunut.

=== INI hanya permisalan saja ya, Kalau tidak ada halangan yang urgent, laki-laki hendaknya sholat berjamaan di masjid, bukan di rumah

Ini hanya permisalan jika seandainya hal terseb terjadi. Misalnya karena terjadi hujan yang menjadikan suami tdk subuh berjamaah.

Namun jika suami berangkat berjamaah tentu si istri melakukan sebagamana mestinya tanpa timbul keadaan.=====

Tambahan:

Jika suami salafi yg sholeh maka dia tidak akan mengimami istrinya sholat fardhu dirumah apalagi sholat subuh, karena begitu besar ancaman bagi laki-laki yang meninggalkan sholat berjamaah,

Rasulullah saw. Menyuruh umatnya untuk menghadiri sholat isya dan subuh berjamaah meskipun harus dengn merangkak..
===

Atau misal seorang istri memakai cadar, namun suami tidak berkenan dengan pertimbangan bahwa lingkungan dan urf wilayah menganggap aneh, dan suami yakin jika tanpa memakai cadar maka tidak akan menimbulkan fitnah.

Kembali ke hukum cadar yg sunnah, maka meninggalkan yang sunnah untuk mematuhi suami selama suami tidak keluar dari perintah agama, maka memilih meninggalkan yg sunnah lebih utama.

Sama halnya ketika si istri melakukan puasa sunnah namun suami ingin sebuah pelayanan dan tidak mengijinkan si istri untuk puasa sunnah tersebut. Maka meninggalkan yg sunnah lebih utama. Dan malah berdosa ketika istri melakukan puasa sunnah yg mengakibatkan kemarahan suami.

Namun, jika belum menikah lalu ketika proses taaruf sama2 dalam ego (taklid buta) tanpa mau di kompromikan, maka lebih utama jangan dilanjutkan. Karena tidak selamanya yg sholeh dengan yang sholeha itu cocok.

Misalnya tsabit bin qois dan istrinya. Mereka adalah pribadi yg sholeh dan sholeha tapi karena ada suatu hal yg menjadi ketidakcocokan maka jadinya pisah juga.

Tambahan:
Masalah cadar kudu dipertimbangkan , suami kalau dia benar seseorang yang tahu agama walaupun berbeda mazhab jangan sampai menyuruh istrinya untuk membuka cadar

kalau berniat lebih baik satu mazhab agar tidak ada perbedaan di kemudian hari, sayang ilmu yang dipelajari sejak kecil di ponpes salafi

Tanya :Bagaimana jika kita menyukai seseorang namun orang tuanya tidak setuju?

Jawab
Cara agar orang tua setuju, hendaklah si lelaki dapat menarik hati wali/orang tua wanita yang akan kita peristri. Hadiah dpt menimbulkan kecintaan.. Maka carilah sesuatu yang disukai oleh orang tuanya dan bawakan agar dpt tumbuh rasa suka thd diri kita.

Namun jika hal ini masih gagal. Dan kita merasa sekufu dg wanita tsb.. Kita bisa melobi kakeknya, kalau kakeknya tidak mau ya pamannya, atau sodaranya… Atau jika tidak ada pada dasarnya selama si wanitanya mau dan kita memang sepadan bisa saja melalui wali hakim sbg jalan terakhir.

Note : harus dipertimbangkan sejauh apa mudhorot seandainya memaksakan tanpa persetujuan wali nasab.

error: Heloo gak bisa di copas keles hehe
%d blogger menyukai ini: