Trik dan Tips Terbebas dari Hutang

Caranya gampang kok, asal mau praktek:::
Mengembangkan perencanaan Manajemen Hutang

Bila Anda pada posisi di mana pengeluaran bulanan yang diperlukan tidak dapat dipenuhi dengan pendapatan regular bulanan, langkah yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengembangkan perencanaan menajemen utang. Langkah ini dapat membantu Anda keluar dari lilitan utang yang memberatkan dan tetap menjalani kehidupan keuangan keluarga dengan cukup walau dengan keterbatasan. Langkah-langkah di bawah ini tidak akan memperbaiki keuangan Anda dalam semalam, Anda
harus melakukan dengan regular dan kesabaran.

Untuk mengembangkan perencanaan menajemen utang, ikuti langkah-langkah berikut ini:
1. Cari tau dengan siapa Anda beutang dan berapa jumlah terutang
2. Tentukan berapa nilai yang bisa Anda sisihkan untuk pembayaran
3. Buat perencanaan untuk menyelesaikan masalah utang ini

1. Cari tau dengan siapa Anda beutang dan berapa jumlah terutang
Langkah pertama dan terpenting adalah dengan mencari tau dengan siapa Anda berutang dan berapa saldo utang yang masih sisa. Ada beberapa hal yang sebaiknya Anda cantumkan dari daftar ini seperti:

„X Nama kreditur, alamat dan nomor telpon.
„X Kolateral bila ada
„X Saldo akhir utang
„X Jumlah pembayaran yang masih tersisa
„X Besarnya cicilan bulanan yang harus dibayar
„X Tanggal jatuh tempo
„X Jumlah dan tanggal pembayaran terakhir

2. Tentukan Berapa Nilai yang Bisa Anda Sisihkan untuk Pembayaran

Nah, sekarang Anda memiliki data berkaitan dengan utang-utang Anda. Selanjutnya, adalah mencari dana untuk membayar cicilan utang yang semakin membengkak. Langkah yang bisa Anda lakukan adalah dengan membuat catatan pengeluaran setiap bulannya dan cari lubang di mana Anda dapat mengurangi pengeluaran Anda untuk menambah jumlah cicilan yang dibutuhkan.
Langkah lain yang bisa Anda lakukan adalah menjual aset yang Anda miliki. Hal ini tentunya bila utang Anda sudah sangat tinggi dan Anda sangat kesulitan untuk dapat membayar cicilan walau hanya sebatas minimumnya saja.

Langkah lain yang bisa dilakukan adalah menambah pendapatan bulanan, misalkan dengan bekerja paruh
waktu akan lebih sering mengambil lembur. Tapi yang perlu disadari adalah, langkah ini hanyalah
sementara. Keluar dari masalah utang yang melilit kencang membutuhkan tekad dan kesabaran.

3. Buat perencanaan untuk menyelesaikan masalah utang ini

Setelah melakukan kedua langkah di atas, tentunya saat ini Anda sudah memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi utang Anda, berapa besar yang harus dibayarkan setiap bulannya dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melunasi semua utang yang masih tersisa. Langkah selanjutnya adalah menentukan berapa besar cicilan untuk setiap kreditur dan berapa lama waktu yang diperlukan. Usahakan waktu tersebut tidak melampaui masa tiga (3) tahun.

Perencanan pembayaran cicilan dapat dilakukan dengan beberapa pola pembayaran, misalkan Anda mengalokasikan dana dalam jumlah yang sama bagi setiap kreditur. Atau Anda dapat menggunakan pola di mana pembayaran terbesar dilakukan pada utang dengan bunga yang terbesar dan jumlah yang terbesar. Di bawah ini adalah contoh pola pembayaran yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan utang yang masih tersisa. Contoh berikut berdasarkan evaluasi mengeluaran, Anda memiliki kapasitas untuk mencicil sebebsar Rp1.500.000 setiap bulannya.

Saran kami, alokasikan dana lebih besar untuk utang dengan bunga yang paling tinggi. Urutannya adalah
jumlah bunga yang tertinggi dibayarkan lebih besar selanjutnya sampai yang terkecil.

Contoh berikut merupakan alokasi di mana pembayaran terbesar dialokasikan kepada utang dengan bunga
tertinggi.
Utang kartu kredit A: Saldo utang=Rp5.600.000 — Bunga=2.90% — Cicilan minimum=Rp280.000 — Yang
dibayarkan=Rp350.000
Utang kartu kredit B: Saldo utang=Rp4.900.000 — Bunga=3.25% — Cicilan minimum=Rp245.000 — Yang
dibayarkan=Rp425.000
Utang kartu kredit C: Saldo utang=Rp8.000.000 — Bunga=1.89% — Cicilan minimum=Rp484.500 — Yang
dibayarkan=Rp375.000
Utang kartu kredit D: Saldo utang=Rp9.000.000 — Bunga=1.69% — Cicilan minimum=Rp902.100 — Yang
dibayarkan=Rp350.000
Total =Rp1.500.000 Utang kartu kredit A: Saldo utang=Rp5.600.000 — Bunga=2.90% — Cicilan
minimum=Rp280.000 — Yang dibayarkan=Rp350.000

Sangat penting bagi Anda untuk membayar semua utang yang Anda miliki. Dalam kondisi di mana Anda Anda tidak mencukupi untuk membayar cicilan minimum maka Anda alokasikan menurut prioritas Anda.

Saran kami, bayar utang dengan bunga terbesar bayarkan yang paling banyak, seperti contoh kedua.

* M. Ichsan adalah seorang perencana keuangan dari Primaplanner.
Tambahan, dan ini yang paling penting, perbanyaklah sedekah agar hutang ANda cepat kelar. Begitu banyak manfaat sedekah,diantaranya: sedekah menghindari dari sifat kikir, sedekah menghindari dari Bala, dibalas dengan 10x lipat

Shalat Sunnah Dhuha

Salah satu di antara sekian banyak salat sunnah -setelah salat sunnah tahajjud/qiyamul lail- adalah salat dhuha. Ia merupakan salat sunnah yang sering dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah sendiri melakukannya sampai delapan raka’at. Mengenai keutamaannya, waktunya, hukumnya dan jumlah rakaatnya, akan diuraikan sebagai berrikut.

Keutamaannya

Dari Abu Dzarr ra, dia berkata, Rasulullah saw bersabda, “Hendaklah masing-masing di antara kalian setiap pagi bersedekah untuk setiap ruas tulang badannya. Maka, setiap bacaan tasbih (subhanallah) adalah sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (laa Ilaha illallahu) adalah sedekah, setiap takbir (Allahu Akbar) adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, melarang keburukan adalah sedekah dan sebagai ganti dari semua itu, cukuplah mengerjakan dua rakaat salat dhuha.” (HR Ahmad, Muslim dan Abu Daud).
Lanjutkan membaca →

INGIN MENDAPAT HIKMAH?

Hikmah adalah harta umat Islam yang hilang. Kita dianjurkan mencari hikmah oleh Rasul yang mulia, Muhammad saw. Kita dianjurkan pula untuk mengambil hikmah dari manapun. Begitu pentingnya anjuran untuk mencari hikmah, sampai-sampai Imam Ali bin Abi Thalib mengatakan, “Jikalau hikmah itu ada di dalam gunung, niscaya akan aku goncangkan gunung itu!”

Bagaimana caranya untuk mendapat hikmah? Mari kita buka al-Qur’an. QS al-Baqarah ayat 261 sampai dengan ayat 268
berbicara tentang infak dan sedekah.Pada ayat 269 tiba-tiba Allah mengalihkan topik pembicaraan ke hal lain. Ayat 270 sampai dengan 274 pada surat yang sama kembali berbicara tentang sedekah dan infak.
Lanjutkan membaca →

Mensyukuri Nikmat Allah

Bersyukur adalah ungkapan yang berisikan pujian kepada Allah SWT. Syukur berarti mengakui segala kebaikan dan nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, hamba-hamba-Nya.

Banyak cara untuk bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah kita terima. Mulai dari sekadar mengucapkan alhamdulillahi rabbil alamin sampai mengeluarkan sebagian harta untuk disedekahkan atau dizakatkan. Yang pasti, tidak ada sebuah ungkapan syukur yang direalisasikan dengan keburukan-keburukan akhlak dan perilaku. Baik keburukan yang dilakukan secara individu, apalagi yang dilakukan secara kolektif.

Telah banyak contoh yang diberikan oleh Allah atas pribadi-pribadi dan kaum-kaum, serta bangsa-bangsa yang sebelumnya diberi kenikmatan, namun karena masyarakatnya tidak bersyukur, maka Allah memberikan azab yang tidak terbayangkan.

Sesungguhnya, hakikat bersyukur itu akan kembali kepada kita sendiri. Allah SWT berfirman, ”Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri.” (QS An Naml [27]: 40).

Tidaklah Allah SWT akan berkurang kemuliaan-Nya hanya karena penduduk bumi ini tidak bersyukur kepada-Nya. Tidak pula akan bertambah tinggi kemuliaan-Nya karena seluruh penduduk bumi ini bersyukur kepada-Nya. Kemuliaan Allah SWT tidak bergantung kepada kita hamba-Nya yang lemah.

Begitu banyak nikmat yang telah kita terima dari Allah SWT. Negara ini telah mendapatkan nikmat lahan yang subur, kandungan sumber daya alam melimpah, dan masyarakat Muslim yang sangat banyak. Diri-diri kita telah mendapatkan nikmat hidup berkecukupan, anak-anak yang sehat dan cerdas, pasangan hidup yang beriman. Bukan itu saja, masih banyak nikmat-nikmat yang lain, yang jika kita mencoba menghitungnya, niscaya tidak akan mampu. Allah SWT berfirman, ”Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An Nahl [16]: 18).

Hisablah diri-diri kita dan perilaku masyarakat bangsa Indonesia tercinta ini. Apakah kita telah berperilaku layaknya orang-orang yang bersyukur? Apakah masyarakat bangsa ini telah berperilaku layaknya masyarakat yang bersyukur atas segala nikmat-nikmat Allah terhadap bangsanya? Jangan-jangan terlalu banyak keburukan yang kita lakukan secara individu maupun kolektif dan justru terlalu sedikit ungkapan syukur yang kita panjatkan kepada Allah SWT atas nikmat yang banyak ini.

Sumber=muallaf.com

error: Heloo gak bisa di copas keles hehe