Cara Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan Kepada Allah SWT

Tumbuhkan keyakinan dalam hati, bahwa Tidak ada Tuhan Selain Allah. Terus perbanyak sholat dan dzikir kepada Allah, Insya Allah kita akan terhindar dari gangguan syetan yang menyesatkan.

Keimanan itu bisa bertambah dan bisa berkurang. Akan bertambah jika kita mengerjakan ketaqwaan (mengerjakan yng wajib, memperbanyak yang sunnah, mencukupkan yang mubah (seperlunya saja dan tidak berlebih-lebihan), menjauhi yang makruh dan meninggalkan yang haram)

Dan iman akan berkurang saat kita melakukan kemaksiatan (kebalikan dari ketaqwaan).

Iman yang ada dalam hati seorang Muslim tidak tetap dalam satu keadaan, selalu mengalami perubahan. Terkadang naik, terkadang turun. Fluktuasi iman ini sudah disebutkan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya, ”Iman itu kadang naik kadang turun, maka perbaharuilah iman kalian dengan la ilaha illallah.” (HR Ibn Hibban)

Rasulullah SAW tidak mengingkari keadaan iman yang demikian, oleh karena itu beliau mendorong dan memberi arahan kepada umatnya untuk selalu memperbaharui dan menjaga kondisi iman supaya jangan sampai turun drastis, yang pada akhirnya akan mengantarkan ke dalam jurang kehinaan.
Lanjutkan membaca →

Kenapa Ada Perintah Sujud dan Rukuk?

waktu tidak akan bisa diputar mundur
hidup hanya sementara, perbanyak bekal
Menurut penelitian, sel darah merah(HB) mengalami penurunan rata-rata setiap lima jam. Pantas saja Allah menyuruh kita untuk Rukuk dan Sujud (dalam hal ini sholat) minimal 24j jam: 5 jam= minimal 5 kali dalam sehari semalam.

Untuk menerima perintah tentang sholat, Nabi Muhammad di-Isra’ mi’raj-kan karena sangat pentingnya perintah sholat tersebut. Jadi, Allah menciptakan manusia beserta cara pemeliharaannya karena Allah Maha Mengetahui akan fundamental setiap manusia.

Di sini kita harus menyadari bahwa Allah itu Maha Pemurah, Maha Penyanyang kepada setiap manusia. Dan kita harus sadar bahwa rukuk dan sujud itu atau sholat itu merupakan kebutuhan yang mendasar bagi setiap manusia

Dialog Dengan Tuhan

Di zaman ini, mungkinkah kita masih bisa berkomunikasi dengan Tuhan? Bukankah Nabi terakhir telah lama wafat, dan kitab suci terakhir telah diturunkan lima belas abad yang lampau serta Tuhan telah menyatakan sempurnanya agama kita. Masihkah terjadi dialog antara hamba dengan Tuhan?

Neale Donald Walsch percaya akan hal itu. Walsch mengaku masih bisa berdialog dengan Tuhan. Ia kemudian menuliskan hasil dialog dengan Tuhan itu dalam bukunya “Conversations with God: an uncommon dialogue”, sebuah buku yang telah berulang kali dicetak ulang.

“Aku tidak berkomunikasi semata dengan kata. Bentuk komunikasi yang Kupilih lebih melalui “perasaan” (feeling). Perasaan adalah bahasa jiwa. Jika kamu ingin tahu apa yang benar tentang sesuatu, lihatlah bagaimana perasaanmu terhadap sesuatu itu.
Lanjutkan membaca →

Hal-Hal Yang Mengganggu Kekhusyuan Shalat.

Menghadirkan khusyu’ dalam sholat dalam dilakukan melalui dua cara.

Pertama: mengupayakan amalan-amalan yang merangsang kekhusyu’an. Adapun amalan-amalan yang mengantarkan kepada kekhusyu’an adalah sebagai berikut:

Persiapkan diri untuk sholat. Itu dimulai dengan mendengarkan adzan dan mengikutinya, berdoa adzan, memperbaiki wudlu, berdoa setalah wudlu, melakukan siwak sebelum sholat, mempesiapkan baji sholat, tempat sholat dan menunggu waktu sholat. Bukan bergegas sholat ketika waktu hampir lewat.

Thuma’ninah: yaitu berhenti sejenak pada setiap rukun-rukun sholat. Dalam hadist diriwayatkan bahwa Rasulullah s.a.w. ketika sholat, beliau melakukan thuma’ninah hingga semua anggota badan beliau kembali pada tempatnya. (H.R. Abu Dawud dll.)
Lanjutkan membaca →

error: Heloo gak bisa di copas keles hehe