Formula Penyelamat Dunia Akhirat

sedekah, penyelamat dunia akhirat
sedekahlah, karena sedekah tidak akan mendatangkan musibah
Bagaimana caranya selamat dunia akhirat????? Pemikiran ini mungkin berupa anjuran, sebenarnya ditujukan kepada pribadi, tapi Insya Allah boleh juga dipakai untuk yang mengaku bergama islam….

Sederhana saja, formula itu 5S+1I, gak rumit kok, ini bukan rumus rumus kimia heuheu,,,

S1= Sholat
S2= Sabar
S3= Shaum alias puasa + Ikhlas
S4= Shadaqah
S5= Silahturahmi

Formula di atas harus disertai dengan persyaratan, yang semuanya diambil dari Al-Qur’an, yaitu:
Kita tidak boleh atau sebaiknya dihindari hal-hal di bawah ini

1. Musyrik>>>>bersekutu dminta bantuan jin, syaithan, arwah, kuburan, dukun, paranormal
2. Kufur>>>>>gila harta, gila tahta, gila wanita, gila pria, makan riba, makan harta anak yatim, korupsi.
3. Munafik>>>Beda antar niat, ucapan, perbuatan
4. Memelintir ayat seperti Ahli Kitab.

Jadinya intinya hidup kudu ikhlas ye,,,sabar menunggu pertolongan Allah dengan cara mengikuti seluruh aturan Allah, tetap berada di jalan yang lurus, berusahalah semaksimal mungkin untuk hijrah dari lingkungan yang menyebabkan kita sakit.

Hal ini kita lakukan kalau kita ingin selamat dunia akhirat. Kita tidak cukup hanya mengaku beriman dan bertaqwa, tapi harus disertai oleh perbuatan kebajikan dan bersedekah dari sumber yang halal dan jenisnya baik dan harus ikhlas. Baru kemudian kita akan dimudahkan segala macam urusan dan diberikan keselamatan oleh Allah.

Sebenarnya, kita harus malu, terkadang kita berdoa minta sampai satu buku panjangnya, tetapi sebenarnya kalau kita teliti semua jawaban doa tersebut sudah ada dan pasti dikabulkan oleh Allah. Namun, apakah kita sudah memenuhi syarat dikabulkannya doa? Minta dimudahkan segala urusan, bayar dulu sedekah, terutama ke anak yatim.

Sudah sedekah masih saja belum dikabulkan? Coba koreksi apakah sumber dana kita halal atau tidak, ikhlas atau tidak? Demikian pula waktu kita shalat, minimal 17 kali baca Al-Fatihah, yang merupakan doa minta jalan lurus. Sebenarnya jawaban sudah ada, kemudian dilanjutkan dengan ayat-ayat yang sebenarnya merupakan jawaban dari doa kita itu sendiri.

Jadi, shalat itu sangat penting, dan yang lebih penting, jaga kelakuan kita sehingga mencerminkan shalat, baru kita layak untuk dilindungi……

Silaturrahmi

Silaturrahmi merupakan salah satu ajaran dalam Islam yang sangat dianjurkan

Shilah artinya Hubungan atau menghubungkan. Ar-Rahm berasal dari Rahima-Yarhamu-Rahmun/ Rahmatan yang berarti lembut dan kasih sayang. Taraahamal-Qaumu artinya kaum itu saling berkasih sayang. Taraahama ‘Alayhi berarti mendo’akan seseorang agar mendapat rahmat. Sehingga dengan pengertian ini seseorang dikatakan telah menjalin silaturrahmi apabila ia telah menjalin hubungan kasih sayang dalam kebaikan bukan dalam dosa dan kema’siatan.

Selain itu kata ar-Rahm atau ar-Rahim juga mempunyai arti peranakan (rahim) atau kekerabatan yang masih ada pertalian darah (persaudaraan). Inilah keunikan Bahasa Arab, Satu kata saja sudah dapat menjelaskan definisinya sendiri tanpa bantuan kata-kata lain.

Dengan demikian Silaturrahmi atau Silaturrahim secara bahasa adalah menjalin hubungan kasih sayang dengan saudara dan kerabat yang masih ada hubungan darah (senasab). Seseorang tidak dapat dikatakan menjalin hubungan silaturrahmi bila ia berkasih sayang dengan orang lain sementara saudara dan kerabatnya dia jadikan musuh.
Lanjutkan membaca →

Siapa Bilang Silaturahmi Perbanyak Rezeki ? Ternyata Benar !

Menurut Ustadz Syahril Mukhtar, alumnus Universitas Al Azhar Kairo Mesir, orang yang banyak bersilaturahmi maka pintu rezekinya terbuka. Sebaliknya, orang yang kurang bersilaturahmi otomatis pintu rezekinya berkurang. ”Jadi, silaturahmi itu adalah salah satu inti dari pada agama kita baik ditinjau dari segi keagamaan hubungan satu sama lain ataupun dari segi ekonomi akan memberikan dampak yang sangat luas”.

Dalam pandangan Ustadz Syahril, silaturahmi yang paling penting dengan tetangga karena tetanggalah yang paling tahu persoalan yang tengah kita hadapi.”Orang yang paling dulu tahu keadaan kita adalah tetangga, famili kita mungkin saja care tetapi kan mereka jauh. Orang yang paling tahu keadaan kita di rumah adalah tetangga. Maka akan sangat menyesal orang yang tidak bisa berbuat baik kepada tetangganya.”

Bahkan, sambung Ustadz Syahril, Rasulullah SAW sangat mengecam umat Islam yang memutuskan tali silaturahmi. Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim (Muttafaqun ‘alaih), dengan tegas Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan masuk surga seorang pemutus, yaitu pemutus tali kekerabatan.”
Lanjutkan membaca →

error: Heloo gak bisa di copas keles hehe