Tata Cara / Adab Berdoa

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat, Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a, apabila ia berdo’a kepada-Ku”. (Al-Baqarah 186).

Q.S.7 (Al A’raf) :
55. Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
56. Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.

Allah menjelaskan bahwa Ia akan mengabulkan do’a orang-orang yang berdo’a kepada-Nya. Lalu apakah sesungguhnya makna do’a itu? Para ulama menjelaskan bahwa do’a itu ialah permohonan (kepada Allah) dengan penuh ketundukkan dan kerendahan.

Tata cara berdoa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasalam tentang syarat-syarat do’a yang makbul, di antaranya adalah:

1. Mencari yang halal.

Allah Ta’ala tidak akan mengabulkan do’a bagi siapa saja yang makanannya diperoleh dengan cara haram, seperti riba, menipu, memakan harta orang lain dengan cara batil, korupsi, suap menyuap, mencuri, dan sebagainya.

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasalam bersabda: “Wahai Manusia, sesungguhnya Allah itu Maha Baik, Dia tidak menerima kecuali yang baik, dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang-orang mukmin dengan apa-apa yang diperintahkan oleh para rasul. Maka Dia berfirman, ‘Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’ (Al-Mukminun: 51) dan Dia berfirman, ‘Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu’. (Al-Baqarah: 172).

2. Dengan keyakinan yang pasti.

Maksudnya hendaklah di dalam berdo’a memiliki keyakinan yang pasti tanpa keraguan sedikitpun bahwa do’anya akan dikabulkan oleh Allah dengan kekuasaan-Nya.

Dari Abu Harairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasalam ber-sabda: “Janganlah salah seorang dari kamu mengatakan; ‘Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau menghendaki, rahmatilah aku jika Engkau menghendaki’, tetap hendaklah berkeinginan kuat dalam permohonannya itu karena sesungguhnya Allah tiada sesuatu pun yang memaksa-Nya untuk berbuat sesuatu.” (HR. Abu Daud)

3. Tidak meminta sesuatu yang tidak masuk akal.

Tidak dibenarkan apabila seseorang meminta sesuatu yang mustahil atau sesuatu di luar tabiat manusia, seperti ingin memiliki/menguasai seluruh bumi, ingin menjadi orang yang paling kuat di atas bumi ini, mendo’akan kejelekan bagi orang lain, dan sebagainya, sebab hal itu dilarang oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasalam .
Lanjutkan membaca →

error: Heloo gak bisa di copas keles hehe