Tata Cara Sholat Istikharah dan Bacaanya

Shalat istikharah adalah shalat sunnah yang dikerjakan ketika seseorang hendak memohon petunjuk kepada Allah, untuk menentukan keputusan yang benar ketika dihadapkan kepada beberapa pilihan keputusan.

Sholat Istikharah juga bisa disebut shalat sunnat dua raka’at yang dilakukan ketika seseorang ragu dalam memilih dua perkara atau lebih. Pelaksanaan salat istikharah tak ada bedanya dengan salat biasa. Hanya dua raka’at.

Istikharah itu menentukan pilihan. Intinya, lagi galau menentukan pilihan yang sama-sama penting.

Sebelum datangnya Islam, masyarakat jahiliyah melakukan istikharah dengan azlam(undian). Setelah Islam datang, Allah melarang cara semacam ini dan diganti dengan shalat istikharah.

Biasanya sih Sholat istikharah dipakai buat nentuin jodoh. Puyeng mau milih jodoh yang mana, beuh, ini saking banyaknya yang naksir, atau bingung gak juga segera dapat jodoh? Hehe

Baca juga Jodoh Pilihan Sendiri atau Orang Tua?

Tata Cara Sholat Istikharah

1. Istikharah dilakukan ketika seseorang bertekad untuk melakukan satu hal tertentu. Artinya memang benar-benar butuh pertolongan Allah dalam menentukan pilihan. Bukan sebatas lintasan batin.

2. Bersuci, baik wudhu atau tayammum.

3. Kalau sholatnya di masjid, lebih baik sholat tahiyatul masjid dulu, plus sholat dhuha, atau witir (tergantung waktu)

4. Niat saat takbiratul ihram:
Ushalli Sunnatal Istikharaati Rak’ataini Lillahi Ta’aala..”
Artinya: aku salat sunnat istikharah karena Allah SWT.

5. Tidak ada bacaan surat khusus ketika shalat. Artinya cukup membaca Al-Fatihah (ini wajib) dan surat atau ayat yang dihafal.

Lebih bagus
– Rakaat pertama: Baca surah Al-fatihah dan surah Al-kafirun

Rakaat kedua: Baca surah Al-fatihah dan surah Al-ikhlas

5. Setelah salam Disunatkan membaca hamdalah dan shalawat. Kemudian membaca doa dengan mengangkat kedua tangan.
Caranya: membaca doa seperti di bawah. Selesai doa langsung menyebutkan keinginannya dengan bahasa bebas.

6. Melakukan apa yang menjadi tekadnya. Jika menjumpai halangan, berarti itu isyarat bahwa Allah tidak menginginkan hal itu terjadi pada anda.

7.Apapun hasil akhir setelah istikharah, itulah yang terbaikbagi kita. Meskipun bisa jadi tidak sesuai dengan harapan sebelumnya. Karena itu, kita harus berusaha ridha dan lapang dada dengan pilihan Allah untuk kita.

-Ini doa yang dibaca Setelah salam:

“Allaahumma inni astakhiiruka bi’ilmika, wa astaqdiruka biqudratika wa as aluka min fadhlikal azhiim. Fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wata’lamu wa laa a’lamu, wa anta allaamul ghuyuub. Allaahumma inkunta ta’lamu anna haadzal amra khairun lii fii diinii wama’aasyii wa ‘aaqibati amrii, ‘aajili amrii wa aajilihi faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma baarikliifiihi. Wa inkunta ta’lamu anna haadzal amra syarrun lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibatu amrii ‘aajili amrii wa aajilihi fashrif annii washrifni ‘anhu waqdur liyal khairahaytsu kaana tsumma ardhinii bihi, innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir..”

Artinya: Ya Allah pilihkanlah untukku dengan kekuatan ilmu-MU, tentukanlah untukku dengan kehendak-Mu, aku minta kemurahan-MU yang sangat luas, karena Engkaulah yang bisa menentukan sesuatu dan aku tidak bisa, Engkau Maha Mengetahui apa yang tidak ku ketahui, dan Engkaulah yang paling tahu hal-hal yang ghaib.

Ya Allah, jika sesuatu ini menurutMU baik bagi diriku, kehidupanku dan kesudahan perkaraku maka pilihlah dia untukku dan mudahkanlah dia bagiku kemudian berkahilah, dan seandainya ini menjadi malapetaka bagiku, agamaku, kehidupanku dan kesudahan perkaraku maka jauhkanlah dia dariku sejauh- jauhnya, dan berilah aku kebaikan di mana saja berada dan ridhailah aku karenanya.

Berbagai petunjuk yang mungkin datang seusai Shalat Istikharah :
– Allah memberikan petunjuk melalui mimpi
– Petunjuk melalui firasat
– Petunjuk melalui ketetapan Hati
– Petunjuk dengan menjauhkan orang tersebut, dari yang tidak baik untuk dirinya dan mendekatkan dengan apa yang baik untuknya

Setelah selesai berdo’a, biarkan Allah memberi hidayah ke dalam hati kita (sampai kita menemukan kemantapan) untuk memilih. Dan apabila masih juga ragu-ragu, maka disunatkan mengulangi salat istikharah itu sampai menemukan kemantapan.

Sebagaimana Rasulullah pernah menyuruh sahabat Anas bin Malik untuk mengulangi salat istikharahnya karena dia masih ragu-ragu. Dan apabila kita berhalangan atau tidak mampu melakukan salat istikharah maka disunatkan untuk membaca do’anya saja.

Tapi masa iya menghadapi dua pilihan atau lebih yang sama-sama berat, sholat dua rakaat aja ndak mampu.

Wallahu a’lam

2 comments