Terima Kasih Ibu

Ibu saya pernah bercerita, semoga cerita ini menjadi inspiratif buat menmabah cinta dan sayang sama ibu. ketika dia kecil hidup dalam keadaan miskin. Bukan sederhana ya, kalau sederhana itu kebutuhan akan pangan, sandang, dan papan masih terpenuhi meski secara sederhana.

Lha kalau miskin? Buat makan sehari-hari aja susah. Bisa makan nasi dengan catatan hari itu bisa mengumpulkan sisa-sisa panenan padi. Namanya juga panen padi, ndak setiap hari ada. Ya Allah sehari makan sekali saja bagi ibu saya udah hal yang sangat mewah.

Efek dari itu adalah ibu saya kurang gizi. Bahkan efek itu masih ada sampe sekarang. Walaupun ibaratnya sekarang ini mau makan apa saja bisa, makan sehari tiga kali. Tapi fisik ibu saya itu mudah lemah.

Maka sebagai anak bersyukurlah kalau dari kecil seorang ibu memberikan makan yang cukup. Karena kalau tidak, besok pas gede seorang anak ini mudah sakit dan fisik lemah.

Pengorbanan yang paling tulus adalah pengorbanan seorang ibu kepada anaknya. Percaya deh, ibu akan menangis (meski dalam hati) jika anak-anaknya tidak bisa mendapatkan apa yang ia inginkan.

Seorang ibu bahkan tidak peduli dengan kebahagiaan dirinya sendiri. Dia akan bahagia jika melihat anak-anaknya bahagia. Maka sangat kurang ajar jika seorang anak sudah hidup bahagia terus melupakan ibunya.

Saya sangat sedih ya, kalau membaca status media sosial anak-anak sekarang tentang ibunya. Marah-marah sama ibunya di jejaring sosial, ngambek sama ibunya, Cuma gegara sepele saja sampai dongkol nya tujuh tahun.

Di lain pihak, saya sangat trenyuh kalau melihat ibu-ibu yang jalan kaki sambil membawa barang dagangan. Di atas kepala ada tampah, udah gitu gendong bakul yang berisi barang-barang jualan. Ya Allah, udah mah panas, jalanan berdebu.

Dan masihhhhh buanyak lagi ibu-ibu yang usia sudah senja, tapi masih berjibaku dengan mencari rezeki. Itu semua demi siapa coba??? Demi kau nak, semua demi kau!!

Dari semenjak engkau dalam kandungan, pengorbanan ibumu sudah luar biasa. Ketika melahirkanmu pun dia bertaruh nyawa. Setelah itu pu engkau masih lemah, bisanya cuma nangis, ngompol, tidur. Coba tanpa kasih sayang dan belaian seorang ibu jadi apa kamu sekarang?

Memang ibu itu sosok pejuang tanpa lelah, selalu mau yang terbaik buatt anak-anaknya…Sebesar apapun sesuatu yang kita berikan tidak akan mampu membalas jasa-jasanya.

Seorang ibu memang sangat patut di puji. Pernah kah engkau waktu kecil mengalami peristiwa seperti ini. Ketika malam-malam ketiduran entah di sembarang tempat, ketika bangun engkau sudah ada di tempat tidurmu. Tangan ibumu lah yang memindahkannya.

Ibu adalah orang yang paling istimewa dalam hidup kita. Ketika waktu masih sekolah, ibu sudah berjibaku dengan peralatan dapur demi menyediakan sarapan demi anak-anaknya. Sedangkan anak-anak masih enak-enakan tiduran.

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh, begitu kata abag iwan fals. Ribuan kilo bukan berarti ibu jalan sampai beribu-ribu kilo, tapi menggambarkan betapa ibu rela berkorban apa saja demi keluarga dan anaknya. Lelah, letih dan doa nya seorang ibu adalah benar-benar menyatu dalam hidup seorang anak.

Maka Ridho Allah tergantung ridho orang tua, karena orang tua lah yang benar-benar tau apa dan bagaimana seorang anak sesungguhnya.

Berhentilah mengeluh pada ibumu nak. Jangan membentak, bilang huh, dan membuat nangis seorang ibu.

Kecuali membuat ibu nangis bahagia dengan prestasi dan kesuksesanmu.

Puisi Terima Kasih Ibu

IBU, pinjamkanlah aku airmatamu sebentar,
agar aku paham…

bagaimana rasanya terluka dibalik senyum manismu..
bagaimana rasanya lelah dibalik ketegaranmu..

Ibu, ditelapak kakimu surga itu berada
Tempat bersemayan cinta itu selamanya
Bunda, aku selalu rindu omelan kecilmu
omelan yang membuatku sadar arti hidup

Entah apa yang engkau pikirkan bu,
begitu berat yang tersirat diwajahmu,

yang aku tau, engkau hanya menyiapkan,
makanan kecil saat aku lapar..

Beginilah caramu kala mendoakan aku bunda..
Selalu saja engkau hadirkan airmata atas ke ikhlasan mu
agar doa-doa yang engkau panjat, selalu dijabah oleh Tuhan

Video Ungkapan Terima Kasih Ibu

error: Heloo gak bisa di copas keles hehe
%d blogger menyukai ini: