Tips dan Trik Melamar Pekerjaan – Curhatan seorang HRD manager

Tips dan Trik Melamar Pekerjaan
Ada banyak faktor kenapa seseorang mencari kerja.
banyak juga Tips dan Trik Melamar Pekerjaan. Semua tergantung si Pelamar!!

Mengapa sampai sekarang ini saya belum mendapatkan pekerjaan? Coba pakai TIPS DAN TRIK MELAMAR PEKERJAAN ini. Sebenarnya bukan Tips dan Trik secara detail. Ini adalah kisah nyata yang bisa dipakai buat inspirasi, ide, dan gagasan bagaimana seharusnya melamar kerja.

Kalau mau Tips dan Trik secara detail silahkan tanya Tante G, tapi ya tips dan triknya gitu-gitu aja.

Baca Kisah nyata ini. Mari kita lihat dari sudut pandang seorang yang mau menerima kita sebagai karyawan, bukan sudut pandang kita yang mau melamar kerja dan membutuhkan kerja

Catatan seorang HRD manager

Sebagai manager HRD di sebuah perusahaan swasta, tahukah anda tugas apa yang membuat saya bosan setengah mati? Ya, kalau anda pernah bekerja di bagian HRD mungkin anda bisa menebaknya, yaitu membaca CV dan dokumen lamaran lainnya.

Ya kan isinya itu itu aja. Nama, TTL, Alamat, Pendidikan, Pengalaman Kerja dan lain sebagainya. HRD juga manusia…mereka maunya isinya lamaran itu, tahu, tempe, lalapan, sambel, ayam bakar dan tentu saja nasi. Mereka juga butuh makan keles.

Nyuap donk? Husss..gak gitu maksudnya. Coba ya kalau membaca itu jangan ditelan mentah-mentah. Maksudnya HRD itu pengen Surat lamaran lain daripada yang lain.

Lain daripada yang lain gimene? Ih..bawel..ya udeh terusin bacanya ye..

HRD gimana tidak bosan, satu lowongan kerja saja bisa mendatangkan ratusan pelamar kerja. Saya masih ingat beberapa tahun yang lalu, ketika perusahaan kami membuka 9 lowongan kerja. Tebaklah berapa jumlah dokumen lamaran yang sampai ke bagian HRD kami? 2452 dokumen!

Fiuhhhh…bayangin aja segitu banyaknya dokument, berapa hari coba untuk mempelajari semuanya. Lihatin satu-satu, baca satu-satu, duh…Emang sih itu pekerjaan HRD, tapi kembali lagi ke atas HRD juga manusia biasa, dia akan bad mood kalau suruh baca lamaran segitu banyaknya.

Dan ingat, 80 persen HRD itu tidak suka baca. Tuh kan, sudah tidak suka baca, suruh membaca dokument lamaran lagi! Janganka membaca dokument-dokument lamaran, membaca novel Harry Potter pun malas, membaca novel ayat-ayat cinta pun ogah..yah namanya juga gak hoby baca.

Kecuali dia membaca kisah-kisah porno atau sex panas, wah pasti semangat bacanya. Tapi masa iya, di dalam surat lamaran kerja ada kisah porno nya, kan gak lucu. Bisa-bisa anda dipanggil bukan untuk kerja, tapi untuk dijadikan istri kedua sama HRD, atau lelaki simpanan kalau HRD nya cewek.

Lalu apa yang harus kami lakukan dengan pelamar sebanyak itu? Memilih secara acakdiantara dua ribu orang lebih? Terlalu riskan. Mengundang semuanya untuk wawancara?Terlalu makan waktu, manajemen senior hanya memberikan waktu 2 minggu.

Akhirnya seorang rekan mencetuskan sebuah ide yang (menurut saya) agak “jahat”, yaitu cukup dengan melihat CV mereka saja. Intinya adalah CV yang tidak menarik dan tidak sedap dipandang mata, langsung kami buang ke tong sampah. Wow, kejam sekali! Tapi itulah yang kami lakukan mulai saat itu dan seterusnya, hanya menilai buku dari sampulnya.

Yah, mau bagaimana lagi, kami sudah tidak tahu cara yang lebih baik. Lagi pula cara ini terbukti efektif dan efisien. Kami berhasil mendapatkan orang-orang berkualitas selama bertahun-tahun menerapkannya.

Nah kemungkinan besar kenapa anda sudah melamar kemana-mana tapi tidak dipangil-panggil, ya itu..Tampilan luar dokument anda tidak menarik. Gimana mau menarik, wong amplopnya sama-sama coklat, ukurannya sama, kirimnya lewat pos atau lewat security. Kan semua gak ada bedanya itu. Coba bayangkan 2400 lebih dokument lamaran dengan tampilan yang sama. Lihatnya aja udah eneg hehe

Lanjut gan…

Sepanjang karir saya selama memeriksa dokumen lamaran, hanya ada tiga dokumen lamaran yang benar-benar saya ingat. Yang lainnya memang bagus, tapi yang tiga inilah yang paling unik dan berbeda (sehingga masih saya ingat sampai sekarang).

 

Yang pertama berupa sebuah brosur. Bukan brosur sembarangan dan yang biasanya

dicetak hitam putih. Tapi sebuah brosur yang sangat bagus sekali, dengan kertas yang

berkualitas dan dicetak full-color! Hebat, orang ini sungguh serius sekali.

 

Yang kedua hanya sebuah dokumen CV biasa. Yang membuatnya berbeda adalah CV ini

dikirimkan dengan menggunakan jasa FedEx . Karena mengira itu dokumen penting,

dokumen itu sampai ke meja saya dengan mulus dan langsung saya baca. Dalam hal

merebut perhatian saya, CV ini telah mengalahkan ratusan CV yang lain.

 

Yang ketiga adalah CV yang menyertakan sebuah hyperlink ke sebuah situs pribadi.

Yang sungguh mengagumkan adalah CV itu tidak berkata banyak selain membuat saya

penasaran untuk mengunjungi situs tersebut. Dalam situs itu ada rekaman video singkat

tentang mengapa saya harus memberinya pekerjaan. Inilah yang disebut berusaha ekstra

untuk sebuah CV!

Kesimpulannya: Jangan takut untuk melawan arus. Lain kali anda menuliskan CV anda,

buatlah yang berbeda dan unik. Jangan dengarkan suara dan ketakutan “orang yang biasa-

biasa saja”. Jadilah berani untuk tampil beda , karena itulah yang akan memudahkan kami

untuk mengingat anda dan menerima anda bekerja di perusahaan kami.

 

Bagaimana? Ada gagasan? Ada ide tak?

Download Ebook Tips dan Trik Melamar Pekerjaan

2 Comments

error: Heloo gak bisa di copas keles hehe
%d blogger menyukai ini: