Tips Mandi Saat Hamil

tips mandi saat hamilMandi secara teratur selama kehamilan, membuat kulit Tante tetap lembut, segar, serta wangi. Mandilah sesuai kebiasaan Tante sehari-hari. Yang penting perhatikan kebersihan tubuh serta perawatan kulit saat mandi. Misalnya, setelah mengeringkan tubuh, oleskan pelembab di bagian tubuh yang kulitnya kering serta cenderung keriput. Perhatikan pula payudara, karena selain amat peka, kulit di bagian ini pun amat lembut.

Suhu Air Jangan Terlalu Panas

Pemilihan suhu air yang benar akan membantu memelihara kulit. Air yang terlalu panas, membuat kulit mudah kering. Namun, tentu saja cuaca serta keadaan tubuh Tante perlu diperhatikan. Jika TANTE sedang kurang enak badan, mandi dengan air hangat dapat membantu meringankan keadaan ini. Berikut ini pedoman memilih suhu air untuk mandi.

Mandi dengan air bersuhu 34 derajat celcius dapat membuat kulit Tante semakin kering. Kelembapan alami kulit akan menguap serta pembuluh darah halus bisa rusak, sehingga Tante merasa pusing.

Mandi dengan air bersuhu 29-34 derajat celcius dapat meredakan rasa sakit, menghindarkan kejang setelah senam, serta meloggarkan otot.

Mandi dengan air bersuhu 24-29 derajat celcius atau suam-suam kuku sangat menyejukkan dan menyegarkan setelah seharian bekerja.

Perlengkapan Mandi

Untuk membersihkan diri sekaligus memanjakan diri ketika mandi, perlengkapan mandi perlu diperhatikan. Dalam keadaan hamil, Tante perlu memijit bagian-bagian tubuh seperti paha dan lengan atas, untuk memperlancar peredaran darah dan menghilangkan sisa-sisa daki kulit. Pijatan ini akan membantu mencegah terbentuknya selulit yang sering muncul selama kehamilanakibat perubahan hormon dalam tubuh. Untuk itu Tante dapat memerlukan spons atau waslap, bahkan mungkin juga batu apung atau penggosok kaki.

Mandi dengan suasana berbau harum akan menyenangkan. Sekalipun begitu, Tante perlu menghindari pemakaian garam mandi, bursa serta sabun yang keras, apalagi jika jenis kulit Tante cenderung kering. Bahan-bahan tersebut termasuk menghilangkan asam pelindung kulit dan menyebabkan dehidrasi.

Di masa kehamilan, Kulit Tante memiliki kecenderungan alami untuk menjadi lebih kering, sehingga terasa agak gatal. Nah pada saat seperti ini, air untuk mandi sebaiknya ditambahkan beberapa tetes minyak pewangi. Untuk melembabkna kulit oleskan minyak zaitun ke tubuh sebelum mandi.

Keika mandi, Tante perlu memperhatikan keamanan saat mandi. Jika Tante mandi di bak rendam, letakkan keset dan karet di bak mandi untuk mencegah Tabte tergelincir. Sebaiknya, mandilah dengan gayung atau pancuran untuk mengurangi bahaya yang mungkin tejadi karena tergelincir.

Perawatan tubuh setelah mandi tetap harus diperhatikan. Keringkan tubuh Tante dengan handuk yang halus. Jangan menggosok terlalu keras, karena akan merusak kulit. Jika peredaran darah di permukaan kulit terganggu, Tante dapat mencoba menggosokkan handuk dengan lembut untuk memperlancarnya.

Jika kulit Tante keing, pijit-pijitlah kulit segera setelah mandi. Oleskan minyak(baby oil) atau pelembab kulit terutama pada perut pinggang, paha dan payudara. Hal ini tidak saja akan mengurangi kemungkinan kulit terlalu kering tetapi juga mencegah garis-garis perut bekas kehamilan.

Jika Tante Berkeringat

Kehamilan biasanya meningkatkan pengeluaran keringat. Hal ini disebabkan kerja hormon progesteron di tubuh yang meningkatkan suhu tubuh. Reaksi tubuh normal untuk mendinginkan tubuh adalah dengan mengeluarkan keringat.

Keringat itu sendiri sebenarnya tidak bau, tetapi reaksi dengan bakteri yang menempel di tubuh dapat menciptakan bau yang kurang enak. Dengan mandi setiap hari, bakteri yang menyebabkan keringat bau akan hilang sehingga kulit akan menjadi segar dan bersih.

Berikut ini beberapa tips untuk menghilangkan bau badan dan mengurangi keringat yang keluar adalah:
Mandi setiap hari, mencukur bulu ketiak secara tetap serta gunakan deodorant anti keringat. Pakailah baju dari serat alami seperti katun, linen, sutra dan wol karena pakain jenis ini akan memudahkan kulit bernafas. Pilihlah pakaian yang longgar dan nyaman, aga udara dapat bersirkulasi dengan bebas di tubuh Tante.

Perlu di perhatikan bahwa memakai deodorant membatasi kegiatan bakteri di kulit. Namun, akan menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan jika kulit Tante peka. Sementara itu, obat anti keringat (antiprespirant) mengurangi arus keluarnya keringat. Namun, zat ini dapat mengakibatkan munculnya alergi pada sebagian orang. Jika tante alergi terhadap zat-zat kimia, oleskan air kapur di setelah mandi atau makanlah lalap daun beluntas, kemangi, maupun daun ningkir.